Solusi Pertanian yang Kian Terpuruk

BEM UNRI | MAJELIS REBOAN]

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Salam Perjuangan
Hidup Mahasiswa!

[Solusi Pertanian yang Kian Terpuruk]

Fokus pembangunan infrastruktur oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, termasuk di sektor pertanian guna menaikkan taraf kesejahteraan rakyat kecil yang utamanya adalah buruh tani tampaknya memang benar benar pantas untuk kembali diajukan pertanyaan sebenarnya untuk siapakah pembangunan tersebut? Benar untuk petani atau korporasi pertanian? Karena Tanah-tanah di Indonesia dominan dikuasai oleh perusahaan sawit, properti, kawasan hutan, konsesi tambang yang intinya tidak dikuasai oleh rakyat.

Janji Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yakni mempermudah lalu lintas ekspor dan impor sebagai salah satu langkah mewujudkan kedaulatan pertanian juga masih sangat relevan untuk terus kita kritisi, karena nyatanya: peraturan tentang Penetapan Tarif Pungutan Ekspor No. 114 tahun 2015 oleh Menteri Keuangan berdampak atas berkurangnya jumlah ekspor yang dilakukan oleh pengusaha-pengusaha di komoditi pertanian dan perkebunan (termasuk dibidang kelapa sawit) pada negara tujuan yang berdampak pada penurunan TBS kelapa sawit di petani.
Intinya, pertanian Indonesia belum berdaulat, termasuk petani Riau.

Maka dari itu, melalui Majelis Reboan yang ditaja oleh BEM Universitas Riau Kementerian Sosial dan Politik bekerja sama dengan BEM FAPERTA pada :

📆 Rabu, 12 Desember 2018
🕛 16.00 WIB
🏢 Sekre Juang BEM Fakultas Pertanian UNRI
👥 Ir. Sukemi Indra Saputra M.BA,M.Si (Pengamat Pertanian Riau)

Kami mengajak seluruh mahasiswa untuk terlibat dalam perjuangan ini, duduk diskusi mencermati permasalahan yang ada dengan teliti hingga pada akhirnya mampu menghasilkan sebuah solusi.

Kabinet Harmoni Perubahan
BEM UNRI 2018/2019

#KEMENSOSPOL2018_2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *