13 Tahun Lahan Bersengketa, Ribuan Mahasiswa UNRI Tanyakan Pemprov Kemana

[BEM UNRI | PRESS RELEASE]

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Salam Perjuangan.
Hidup Mahasiswa!

[13 Tahun Lahan Bersengketa, Ribuan Mahasiswa UNRI Tanyakan Pemprov Kemana]

Pekanbaru (14/09/2018) – Polemik sengketa lahan di Universitas Riau ini sudah dimulai sejak 2005, dengan demikian kurang lebih sudah 13 tahun lamanya kasus ini berjalan. Hingga pada Selasa (11/09) PT. Hasrat Tata Jaya mendatangi Universitas Riau dengan membawa kendaraan berat dengan tujuan untuk menegaskan penguasaan lahan yang mereka klaim dari pengadilan sesuai dengan Penetapan Pengadilan Negeri Pekanbaru Nomor 26/Pdt/Eks-Pts/2011/PN.Pbr jo. Nomor 75/Pdt.G/2007/PN.Pbr tanggal 12 Maret 2018.

Lahan UNRI tersebut bukanlah milik UNRI melainkan milik Pemprov Riau dan UNRI hanya diberikan hak kelola saja. Pemprov sepakat untuk mengganti lahan UNRI yang bersengketa seluas 17,6 hektar, lalu menganggarkan didalam dana APBD 2018 sebesar Rp. 35.206.000.000 untuk mengganti lahan yang menjadi milik PT HTJ. Namun ternyata hingga saat ini ganti rugi lahan tersebut belum dibayarkan oleh Pemprov Riau.

Atas dasar itulah mahasiswa Universitas Riau yang dikomandoi oleh BEM UNRI menggelar aksi dengan tagline #UNRIMenderitaPemprovKemana pada Kamis (13/09) dengan titik aksi di Kantor Gubernur Riau. Penjemputan massa aksi dilakukan mulai dari kampus bagian Panam kemudian menuju Fakultas Hukum dan Fakultas Keperawatan di Gobah. Aksi penjemputan diwarnai oleh orasi perwakilan setiap fakultas yang dipimpin oleh David Herlambang selaku Gubernur Fakultas Hukum yang kali ini menjadi Koordinator Lapangan.

Setelah penjemputan massa aksi di kampus Panam, bus komando berisikan Menteri dan juga Gubernur Fakultas menuju ke Gedung Rektorat. Massa aksi meminta pimpinan Universitas Riau untuk menjumpai massa aksi dibawah. Setelah menunggu beberapa saat, Bapak Dr. Ir. Agus Indarjo M.Phil sebagai PLT Rektor yang baru ditunjuk oleh Menristekdikti muncul di hadapan massa aksi. Setelahnya Randi Andiyana menyampaikan 3 tuntutan kepada PLT Rektor UNRI dengan poin sebagai berikut :

  1. PLT Rektor agar segera menyelesaikan pemilihan rektor yang tak kunjung dilaksanakan
  2. PLT Rektor agar segera menyelesaikan permasalahan sengketa lahan Universitas Riau
  3. Dan PLT Rektor segera membebaskan Universitas Riau dari cap radikalisme

Sekitar pukul 14.50 WIB massa aksi yang diperkirakan berjumlah 2000 orang lebih menuju Kantor Gubernur Riau untuk menyampaikan keresahannya. Dalam kesempatan selanjutnya, massa aksi terus mendesak aparat keamanan untuk membuka gerbang Kantor Gubernur Riau hingga terjadi pemukulan mahasiswa oleh aparat keamanan yang diakibatkan aksi dorong-mendorong. Selang beberapa waktu kemudian, pintu masuk pun akhirnya dibuka dan massa aksi pun langsung bergerak masuk ke halaman Kantor Gubernur Riau. Aksi sempat ditangguhkan karena masuknya waktu shalat ashar.

 

Sementara itu, dipertengahan aksi sembari menunggu kehadiran Gubernur Riau, Randi Andiyana selaku Presiden Mahasiswa UNRI menyampaikan orasinya, “Atas nama masyarakat Riau, kami ribuan Mahasiswa Universitas Riau dengan bangga memproklamirkan bahwa Universitas Riau merupakan jantung hatinya masyarakat Riau. Atas dasar itulah hari ini, bukti cinta kami terhadap Universitas Riau ketika masalah yang lebih dari 13 tahun tidak kunjung selesai. Kami mengharapkan gedung yang berdiri hari ini berdiri diatas lahan sengketa Universitas Riau agar segera dirampungkan”.

Namun sangat disayangkan, Gubernur dan Sekretaris Daerah Provinsi Riau sedang tidak berada di Pekanbaru sehingga diwakilkan oleh Bapak Asisten 1 Setda Provinsi Riau, Bapak Ahmad Syah Harrofie. Randi Andiyana menyatakan Pernyataan Sikap sebagai berikut :

  1. Mengecam tindakan premanisme dari PT. Hasrat Tata Jaya dalam tindakan penguasaan lahan sengketa dengan turut membawa orang tidak dikenal dalam rombongannya.
  2. Bahwa dalam proses penyelesaian lahan sengketa ini kami menilai Pemerintah Provinsi Riau dan Universitas Riau tidak melakukan upaya maksimal dalam memperjuangkan dan menyelesaikan permasalahan sengketa lahan di Universitas Riau.
  3. Menuntut Pemerintah Provinsi Riau dan Universitas Riau segera melakukan langkah cepat dengan ketentuan hukum yang berlaku demi kemaslahatan Universitas Riau dan Mahasiswa Universitas Riau. Dan menuntut untuk segera diambil tindakan secepatnya.

Setelah bernegoisasi maka didapatlah pada Senin (17/09) mendatang akan diadakannya Forum terkait membedah dan membuka data sengketa lahan yang saat ini terjadi di Universitas Riau dengan mengundang seluruh mahasiswa UNRI, Pemprov Riau, PT. Hasrat Tata Jaya, DPRD Riau, serta pihak-pihak yang terlibat. Dalam kesempatan lain, Kapolda Riau juga akan mengambil tindakan atas oknum yang telah melakukan tindakan represif terhadap mahasiswa. Aksi kali ini juga diwarnai dengan pengumpulan uang koin yang ditujukan untuk membayar ganti rugi atas kerusakan pagar besi Kantor Gubernur Riau.

“Dan bersaksilah bahwa kita adalah pelaku sejarah. Pelaku sejarah dengan terbukanya sekelumit permasalahan sengketa lahan di UNRI. Maka inilah yang disampaikan oleh Tan Malaka; Idealisme merupakan kemewahan lain yang dimiliki oleh pemuda yang hari ini tergabung dalam entitas yang bernama mahasiswa.” Tutup Randi dalam orasinya. Aksi ditutup dengan pembacaan do’a yang dipimpin langsung oleh Gubernur Mahasiswa FKIP Universitas Riau, Abdul Hamid. (UM)

#UNRIMenderitaPemprovKemana
#BEMUNRIPRESSRELEASE
#BEMUNRI2018_2019

——————————-
Kabinet Harmoni Perubahan
RANDI ANDIYANA
Presiden Mahasiswa UNRI
DEDY PRIANTO
Wakil Presiden Mahasiswa UNRI

One thought on “13 Tahun Lahan Bersengketa, Ribuan Mahasiswa UNRI Tanyakan Pemprov Kemana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *