Kemenhadkesma BEM UNRI Adakan Forum Advokasi Bersama Ketua Advokasi Kelembagaan Mahasiswa Se-Universitas Riau

[BEM UNRI | PRESS RELEASE]

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Salam Perjuangan.
Hidup Mahasiswa!

[Kemenhadkesma BEM UNRI Adakan Forum Advokasi Bersama Ketua Advokasi Kelembagaan Mahasiswa Se-Universitas Riau]

Pekanbaru (28/09/2018) — Kementerian Hukum dan Advokasi Kesejahteraan Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Riau mengadakan pertemuan dengan Kepala Dinas/Kepala Divisi/Kepala Bidang Advokasi BEM Fakultas dan Himpunan Mahasiswa Jurusan se-Universitas Riau dalam sebuah Forum Advokasi yang diberi nama pada awal pembentukannya sampai saat ini yakni Armada Biru Langit. Dimana Forum Advokasi yang diberi nama Armada Biru Langit ini awalnya dibentuk oleh Kementerian Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa BEM UNRI KPP Periode 2017-2018. Berangkat dari kepedulian terhadap permasalahan-permasalahan yang ada di setiap fakultas khususnya maupun Universitas Riau umumnya, maka timbul suatu gagasan ingin melakukan advokasi secara bersama-sama dan memberikan solusi dari setiap permasalahan yang ada. Itulah alasan utama dibentuknya Forum Advokasi ini.

Forum Advokasi di mulai pukul 16.40 WIB tepatnya di halaman depan Sekretariat BEM UNRI, yang dibuka oleh Popo Haryanto selaku Menteri Hukum dan Advokasi Kesejahteraan Mahasiswa. Dalam hal ini turut hadir Wakil Presiden Mahasiswa yakni Dedy Prianto.

Dalam kesempatannya, Popo Haryanto menyampaikan, “Bahwasannya Forum Advokasi ini adalah sebagai wadah komunikasi antar Kadis BEM Fakultas maupun Kabid Hima Jurusan bersama dengan Kemenhadkesma BEM UNRI untuk membahas permasalahan advokasi yang tersendat di fakultas/jurusan, diskusi tentang permasalahan- permasalahan mahasiswa maupun Universitas Riau dan bersama sama mencari solusinya”.

“Forum advokasi ini dibentuk oleh Kementerian Advokesma BEM UNRI tahun lalu, dan bersifat mengikat yakni mengikat atas jabatannya bukan individunya. Jadi setiap pergantian masa kepengurusan di kelembagaan mahasiswa, maka secara otomatis orang yang menjabat sebagai Kadis/Kadiv Advokasi akan tergabung dalam forum advokasi ini”, ujarnya lagi.

Dalam kesempatan yang sama, Dedy Prianto selaku Wakil Presiden Mahasiswa memberikan pandangannya mengenai esensi dari forum advokasi ini dan sedikit bercerita mengenai permasalahan yang sedang dihadapi saat ini serta mendorong para Kadis/Kadiv Advokasi agar peka dan peduli terhadap permasalahan yang ada di Universitas Riau.

Sesaat kemudian, Popo Haryanto dan Dedy Prianto izin untuk meninggalkan forum advokasi, hendak menuju Rektorat karena ada hal yang perlu diselesaikan terkait kabar Penundaan Wisuda.

Dan forum advokasi diambil alih oleh Ramadhana Ari selaku Dirjen Hukum Kemenhadkesma BEM UNRI. Dalam hal ini, Beliau menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh Kadis dan Kadiv Advokasi yang bersedia hadir memenuhi undangan forum advokasi tersebut dan sedikit menyampaikan terkait forum advokasi itu sendiri. Sebagai pertemuan awal, perlu untuk saling mengenal antara Kemenhadkesma dengan seluruh Kadis dan Kadiv Advokasi Se-Universitas Riau.

Setelah itu, Ramadhana Ari juga memberikan penjelasan terkait advokasi gerbang yang telah dilakukan Kemenhadkesma seminggu yang lalu dan Selasa kemarin (25/09). “Bahwasanya penutupan gerbang dilakukan demi mencegah kegiatan PT. HTJ dan merupakan kesepakatan pimpinan UNRI bersama dekan-dekan fakultas”, ujar Bapak Bachtiyar selaku Kasubag Rumah Tangga saat dijumpai minggu lalu. Pada intinya, setelah Gerbang S.M Amin sempat ditutup beberapa pekan. Terhitung sejak Senin (24/09), gerbang yang ada sudah dibuka dan dapat digunakan kembali oleh seluruh Civitas Akademika, mahasiswa dan masyarakat.

Selanjutnya pertanyaan dari Barata Aditya selaku Kadiv Advokasi HIMAKI, beliau menanyakan perihal wisuda Universitas Riau yang akan ditunda. Dalam hal ini, Popo Haryanto memberikan penjelasannya, “Perencanaan kegiatan wisuda 2-3 September, jadwal wisuda sudah disebar 23 September. Wisuda ditunda dengan dalih bahwa 18 dari 34 anggota senat masa jabatannya sudah habis. Anggota senat harus lengkap apabila wisuda dilaksanakan. Kita tidak sepakat adanya penundaan, karena menimbulkan kerugian dari pihak calon wisudawan/wati dan keluarga. Solusinya tetap laksanakan wisuda walau anggota senat tidak lengkap. Hal ini akan terus kita follow up sampai besok pagi (28/9) paling lambat pukul 10.00 WIB. Apabila solusi yang ditawarkan tidak diterima maka kita bersama calon wisudawan/wati siap untuk memenuhi rektorat (red: Aksi).

Berikutnya, pertanyaan dari Rizki Hidayat selaku Kadis Advokesma BEM FMIPA yang menanyakan perihal pembangunan halte bus untuk FMIPA dan FKIP.
“Sudah di follow up, kendalanya Plt. Rektor tidak bisa menandatangani KPA (Kuasa Pemegang Anggaran) sehingga anggaran belum bisa disetujui. Namun, sekarang KPA sudah bisa ditandatangani oleh WR II Bapak Sujianto, rencana pembangunan pada bulan November dan akan di follow up kembali”, pungkas Popo Haryanto.

Forum Advokasi kali ini ditutup dengan sesi foto bersama Kemenhadkesma BEM UNRI untuk semakin mengakrabkan satu dengan yang lainnya. (RA)

Kabinet Harmoni Perubahan
BEM UNRI 2018-2019

#KEMENHADVOKESMA2018_2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *