Aliansi BEM SI Riau Menggugat Gelar Aksi Nasional sebagai Refleksi 90 tahun Sumpah Pemuda

[BEM UNRI | PRESS RELEASE]

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Salam perjuangan.
Hidup mahasiswa!

[Aliansi BEM SI Riau Menggugat Gelar Aksi Nasional sebagai Refleksi 90 tahun Sumpah Pemuda]

Selasa (30/10/2018) — Pemuda merupakan aset bangsa yang berharga, yang merupakan salah satu elemen terpenting arah tujuan bangsa. Karena pemudalah yang mengawasi dan mengikuti kebijakan pemerintah. Apabila bertentangan dengan keadilan dan kesejahteraan rakyat maka elemen inilah yang menjadi garda terdepan untuk memperjuangkan kebenaran. Berlandaskan inilah salahsatu aliansi mahasiswa terbesar di Indonesia yang dikenal sebagai BEM SI melakukan aksi serentak di beberapa titik di seluruh Indonesia sebagai momentum refleksi 90 tahun Sumpah Pemuda. Aksi Nasional inipun juga dilaksanakan di Pekanbaru Provinsi Riau dengan melibatkan sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa.

Pada Senin (29/10), Aksi Nasional dilaksanakan di Halaman DPRD Provinsi Riau yang diikuti oleh Aliansi BEM SI Riau Menggugat yang terdiri atas BEM UNRI, BEM FEKONSOS UIN SUSKA dan BEM Syariah dan Hukum UIN SUSKA. Aksi ini dikomandoi oleh Popo Haryanto yang merupakan Menteri Hukum, Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa BEM UNRI 2018/2019 sekaligus korlap laki-laki dan para Gubernur Mahasiswa serta Wakil Gubernur Mahasiswa Fakultas sebagai koordinator simpul. Aksi ini juga dipimpin oleh korlap perempuan Febria Nodila yang merupakan Sekretaris Kementerian Sosial dan Politik BEM UNRI 2018/2019 serta Pj. Perempuan Fakultas sebagai korlap simpul.

Diawali dengan pembacaan do’a dan dilanjutkan dengan penjemputan massa aksi daerah Panam ternyata juga telah berkumpul massa aksi dari UIN SUSKA Riau yang berkumpul di Stadion Mini Universitas Riau. Kemudian massa aksi mulai bertolak dari kampus pukul 14:15 WIB untuk menjemput massa aksi dari Gobah. Penjemputan massa aksi sempat diwarnai dengan orasi-orasi dari mahasiswa, hingga orasi disampaikan oleh Dosen Muda FISIP Universitas Riau.

Massa aksi tiba di Halaman DPRD Provinsi Riau pukul 14.47 WIB dan disambut oleh barisan pagar hidup polisi. Kemudian orasi terus berlangsung yang disampaikan secara bergilir baik itu dari BEM UNRI, BEM FEKONSOS UIN SUSKA Riau, dan beberapa Gubma/Wagubma Fakultas. Saat berlangsungnya orasi, adzan asar telah berkumandang. Massa aksipun meminta masuk kedalam untuk melaksanakan Sholat Asar di mesjid yang berada dalam lingkungan Gedung DPRD, namun massa aksi tidak diizinkan masuk oleh aparat.

Sempat terjadi dorong-dorongan antara aparat kepolisian dengan massa aksi dan hampir kembali terjadi kericuhan. Terlihat dari video yang direkam oleh beberapa massa aksi, aparat kepolisian yang mendorong massa aksi bahkan sampai menendang, akhirnya Korlap memutuskan untuk shalat dijalanan.

Selepas sholat asar, massa aksi kembali melanjutkan orasi. Sembari disampaikannya orasi, beberapa massa aksi membakar ban dijalan. Namun segelintir aparat kepolisian yang mengenakan pakaian biasa mendatangi dan memaksa untuk mematikan api. Ban kemudian diangkat dan dibuang ke got besar di samping jalan.

Karena massa aksi tidak diperbolehkan untuk masuk ke dalam kantor DPRD guna menyampaikan tuntutannya, maka massa aksi meminta kepada Ketua DPRD Provinsi Riau untuk keluar menemui massa aksi. Akhirnya Ketua DPRD Provinsi Riau, dalam hal ini di wakili oleh Wakil Ketua Komisi I DPRD Provinsi Riau, Taufik Arrakhman.

Aksi masih terus berlanjut dengan pembacaan puisi oleh AlQudri selaku Dirjen Aksi & Propaganda Kemensospol BEM UNRI 2018/2019 dan ditutup dengan Sidang Rakyat oleh Dedy Prianto yang merupakan Wakil Presiden BEM UNRI 2018/2019. Sidang Rakyat ini berisi pembacaan tuntutan dan pernyataan sikap oleh Aliansi BEM SI Riau Menggugat.

Kemudian Ramadhana Ari selaku Dirjen Hukum Kemenhadkesma BEM UNRI 2018/2019 melakukan Sidang Rakyat dengan mengenakan topeng Pak Jokowi dan mengenakan jas. Namun kembali lagi, aparat kepolisian yang mengenakan pakaian biasa merampas topeng tersebut dengan paksa. Lalu sidang berjalan tanpa topeng, dan dipertengahan sidang Ari hanya mengalungkan tulisan “Jokowi” saja sebagai atribut.

Setelah sidang rakyat selesai dilakukan, selanjutnya penyerahan “Kajian Tugu Rakyat (Tuntutan Pembangunan Pro Rakyat) yang termasuk didalamnya Pernyataan Sikap oleh BEM SI Riau melalui Dedy Prianto kepada DPRD Provinsi Riau melalui Taufik Arrakhman.

Setelah itu aksi ditutup dengan pembacaan do’a oleh Kurnia Zen. Kemudian massa aksi kembali pulang ke kampus dengan dikawal oleh mobil polisi. (FN)

Tuntutan aksi serta pernyataan sikap mahasiswa dapat diunduh melalui link berikut : bit.ly/Kajian90thSumpahPemudaBEMSIRiau

Kabinet Harmoni Perubahan
BEM UNRI 2018/2019

#JokowiJKGagal
#KEMENSOSPOL2018_2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *