Jadwal Wisuda di Undur, BEM UNRI bersama Calon Wisudawan/Wati Datangi Rektorat

[BEM UNRI | PRESS RELEASE]

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Salam Perjuangan.
Hidup Mahasiswa!

[Jadwal Wisuda di Undur, BEM UNRI bersama Calon Wisudawan/Wati Datangi Rektorat]

Pekanbaru (27/09/18) — Informasi Wisuda di Universitas Riau telah diedarkan kepada setiap Fakultas dan seluruh Wisudawan/Wati telah mengetahui bahwa pada tanggal 2 Oktober 2018 dan 3 Oktober 2018 merupakan jadwal Wisuda di Universitas Riau. Namun pada hari Kamis, 27 September 2018 melalui Surat Edaran menyatakan bahwa Jadwal Wisuda di undur dalam waktu yang akan di tentukan disertai permohonan maaf dari pihak Universitas Riau. Jadwal Wisuda yang diagendakan pada 2-3 Oktober 2018 di undur dengan alasan bahwa SK Menristekdikti tentang Keanggotaan Senat Universitas Riau belum terbit, karena seperti yang diketahui bahwa 18 Orang Keanggotaan Senat dari 52 Anggota Senat telah habis masa SK nya.

Mendengar hal tersebut para Wisudawan/Wati mendatangi Rektorat Universitas Riau dan turut hadir Dedy Prianto selaku Wakil Presiden Mahasiswa dan Popo Haryanto selaku Menteri Hukum dan Advokasi Kesejahteraan Mahasiswa BEM UNRI. Para pihak mendatangi Biro Akademik dan Kemahasiswaan (BAK) dan berjumpa dengan Azhar Kasimy SH selaku Kepala Biro.

Perwakilan Wisudawan menyampaikan kegelisahan atas berita diundurnya Jadwal Wisuda yang terkesan dadakan ini. Dalam pertemuan itu, Wisudawan/Wati meminta agar jadwal Wisuda tidak diundur dengan didasarkan 3 hal diantaranya adalah :
1. Beberapa kerabat dan keluarga Wisudawan/Wati ada yang sudah mempersiapkan diri untuk menghadiri proses Wisuda ini dan bila di batalkan tentu akan menimbulkan kerugian materil yang tidak sedikit.
2. Jika permasalahannya ada dikeanggotaan senat Universitas Riau bukankah bisa saja sisa anggota senat yang masih menjabat saja yang hadir tanpa harus menunggu SK tentang 18 Anggota Senat lain yang tak kunjung mendapati kejelasan.
3. Jadwal CPNS akan ditutup pada tanggal 6 ini maka akan menjadi kerugian besar bagi kami sebagai Wisudawan/Wati.

Kemudian dari pihak BEM UNRI turut memberikan pandangan diantaranya adalah :
1. Kegelisahan ini terjadi dikarenakan jadwal wisuda sudah di sebar dan seluruh Civitas Akademika sudah mengetahui namun diberikan informasi pada H-4 dari jadwal wisuda.
2. Jika memang akar permasalahannya adalah karena keanggotaan Senat Universitas Riau yang 18 kurang tersebut bukankah ini harus di fikirkan terdahulu sebelum menentukan jadwal Wisuda dan di sebar ke Fakultas di lingkungan Universitas Riau.

Mendengar hal diatas Azhar menjawab, “Bahwa perencanaan Wisuda pada Oktober ini sudah dibahas jauh-jauh hari bahkan perihal SK 18 orang keanggotaan Senat juga telah di SK kan ulang oleh Ir.Aras Mulyadi DEA pada 7 September 2018 lalu, namun ternyata pada hari ini Wakil Rektor I dan Wakil Rektor II yang sedang berada di Jakarta membahas hal ini kepada PLT. Rektor Universitas Riau dan menyatakan Bahwa SK 18 orang Senat tersebut tidak sah dan harus menunggu SK dari Kementerian terkait. Dan informasi ini baru dikabarkan hari ini makanya kita langsung memberikan Surat Edaran”.

“Tentang Ijazah sebenarnya tidak perlu dirisaukan karena Ijazah Wisuda sudah ada dan bisa diurus jadi tidak akan berdampak pada CPNS pada tahun ini. Terkait permasalahan Senat ini juga saya sudah sampaikan bahwa apa tidak bisa hanya 32 orang Anggota Senat saja yang melakukan proses Wisuda kan tidak masalah seharusnya, tapi kebijakan bukan kewenangan saya”, tambah Azhar.

Mendengar hal tersebut Popo Haryanto selaku Menteri Hukum dan Advokasi Kesejahteraan Mahasiswa langsung memberikan tanggapan.

“Begini saja pak, bapak sudah dengar sendiri kegelisahan dari abang-abang kita disini yang akan wisuda namun di undur. Kita dari kelembagaan turut menyesali hal ini, terlebih banyak kerugian yang di alami Wisudawan/Wati dari diundurnya proses Wisuda pada bulan Oktober ini. Karena kami turut menilai bahwa alasan nya terlalu normatif. Maka solusi yang kami tawarkan adalah tetap laksanakan Wisuda pada jadwal yang sudah di tentukan dengan 32 Anggota Senat tersisa atau segerakan SK Keanggotaan Senat tersebut karena masih ada 4 hari dari jadwal yang sudah di tentukan, terlebih esok hari masih jadwal kerja”, ujar Popo.

“Maka dari hasil pertemuan ini akan diupayakan solusi-solusi yang telah diberikan dan besok akan segera dikabarkan hasil terbaru karena kita semua tidak menginginkan hal ini terjadi”, tutup Azhar. (PH)

Kabinet Harmoni Perubahan
BEM UNRI 2018_2019

#KEMENHADKESMA2018_2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *