Karlahut Jadi Perhatian Kemenlindup di Awal Tahun 2019

[BEM UNRI | PRESS RELEASE]

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Salam Perjuangan.
Hidup Mahasiswa!

[Karlahut Jadi Perhatian Kemenlindup di Awal Tahun 2019]

Halo Eco Bridge!

Provinsi Riau kembali dihantui bencana kabut asap yang terjadi baru-baru ini. Kabar terakhir yang didapat pada 2 Januari lalu, karlahut terbesar terjadi di Kabupaten Rokan Hilir hingga mencapai 15 hektar. Diduga karlahut di tahun 2019 mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.

 

Untuk menindaklanjuti hal tersebut, BEM UNRI yang diwakili oleh Menteri Lingkungan Hidup Aulia Putra dan Protokoler Hendra Yormansyah mengadakan pertemuan dengan Kasubag Pencegahan BPBD Provinsi Riau yaitu Bapak Mitra pada Jumat (18/01) pukul 10.00 WIB di Kantor BPBD Riau di Jl. Sudirman Kota Pekanbaru. Dalam hal ini BEM UNRI menyampaikan beberapa keresahan masyarakat Riau terhadap karlahut di tahun 2019, mulai dari meningkatnya angka luasan kebakaran, proses penanganan karlahut dan belum adanya solusi dari kebakaran yang terjadi terus menerus di Riau sampai saat ini. Melalui pertemuan ini, Pak Mitra menyampaikan secara langsung bahwa memang di awal tahun 2019 terjadi peningkatan hot spot di Riau dan terjadi peningkatan karlahut dari tahun sebelumnya. “Memang di Riau, karlahut sedang meningkat terutama di Rokan Hilir dan pada tahun ini terjadi peningkatan dari tahun sebelumnya.”

Selanjutnya beliau juga menyampaikan bahwa musibah karlahut di Riau tertinggi menurut data tim lapangan sampai tanggal 5 Januari 2019 dengan luasan mencapai 108.05 hektar dan saat ini sudah dalam tahap pemadaman serta pendinginan. Beliau juga menyampaikan langsung bahwa karlahut adalah tugas kita bersama termasuk mahasiswa yang disokong oleh pemerintah. Permasalahan terbesar dalam karlahut di Riau karena murahnya biaya pembukaan lahan dengan cara dibakar. Masyarakat yang ingin membuka lahan dengan ukuran luas dengan pertimbangan biaya dan waktu akhirnya memutuskan untuk melakukan pembakaran.

 

Aulia juga menilai terjadinya karlahut terus menerus karena tidak adanya kepastian hukum tentang pelaku pembakaran dan juga konsentrasi pemerintah saat ini hanya terfokus kepada penanganan ketika terjadi kebakaran. Pemerintah seharusnya membantu memberikan solusi kepada pengguna lahan sehingga pembukaan lahan tidak lagi dilakukan dengan pembakaran. (AP)

Salam Harmoni.
––––––––––––––––––––
Kabinet Harmoni Perubahan
Kementerian Lingkungan Hidup
@bemunri

#PRESSRELEASE
#KEMENLINDUP2018_2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *