KemenPP BEM UNRI Adakan Kunjungan Kelembagaan ke UPT P2TP2A

[BEM UNRI | PRESS RELEASE]

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Salam perjuangan.
Hidup Mahasiswa!

[KemenPP BEM UNRI Adakan Kunjungan Kelembagaan ke UPT P2TP2A]

Pekanbaru (24/10/2018) — Kamis (18/10) Kementerian Pemberdayaan Perempuan beserta pengurus BEM UNRI Kabinet Harmoni Perubahan mengadakan kunjungan kelembagaan ke UPT Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A). UPT P2TP2A merupakan salah satu wadah pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak berbasis masyarakat yang menangani berbagai permasalahan mengenai perempuan dan anak.

Dalam kunjungan ini, turut dihadiri oleh Nur Alaina selaku Menteri Pemberdayaan Perempuan, Mila Delvianti selaku Sekretaris Pemberdayaan Perempuan, Titi Nurhidayati selaku Dirjen Eksternal Pemberdayaan Perempuan serta staf Pemberdayaan Perempuan bersama pengurus BEM UNRI lainnya. Kedatangan Alaina dan kawan-kawam disambut baik oleh Hj. Yulhendri selaku Kepala UPT P2TP2A dan M. Tariq Kamal selaku KASUBAG TU.

Kunjungan dibuka dengan sambutan sekaligus penyampaian maksud serta tujuan kunjungan oleh Nur Alaina dan Titi Nurhidayati selaku Menteri dan Dirjen Eksternal Pemberdayaan Perempuan. Agenda selanjutnya disambung dengan sesi diskusi mengenai kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak berdasarkan data dari pihak UPT P2TP2A. Dari data yang disampaikan, terdapat sekitar 17 jenis kekerasan yang terjadi terhadap perempuan dan anak dimana pada akhir September lalu terdapat sekitar 129 kasus berupa kejahatan seksual dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Dalam hal ini, Hj. Yulhendri turut menyampaikan bahwa tinggi atau rendahnya tingkat kekerasan terhadap perempuan dan anak per tahun tidak bisa menjadi tolak ukur keberhasilan lembaga dalam mengatasi kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Rendahnya angka kasus kejahatan terhadap perempuan dan anak dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti faktor ekonomi dan faktor pandangan masyarakat sekitar yang membuat korban lebih memilih bungkam terhadap kejahatan yang dialami. Untuk itu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dapat menjadi perpanjangan tangan dari dinas P2TP2A dalam mendata dan mengatasi permasalahan perempuan dan anak yang terjadi di lingkungan masyarakat sekitar dengan melakukan sosialisasi pengenalan P2TP2A kepada masyarakat.

Selanjutnya, diskusi disambung dengan pertanyaan mengenai kasus LGBT dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan yang dalam hal ini langsung ditanggapi oleh Hj. Yulhendri. “Pihak UPT P2TP2A juga menerima beberapa pengaduan mengenai kasus tersebut. Namun, kasus ini digolongkan ke dalam kasus kejahatan seksual dikarenakan belum memiliki undang-undang khusus mengenai LGBT dan data tidak dapat diberikan sebab kasus bersifat privasi”, ucap Bapak Tariq.

Kunjungan diakhiri dengan pemberian data kasus kejahatan terhadap perempuan dan anak dari pihak UPT P2TP2A, pemberian plakat oleh Nur Alaina selaku Menteri Pemberdayaan Perempuan yang dilanjutkan dengan foto bersama. (IHA)

Kabinet Harmoni Perubahan
BEM UNRI 2018/2019

#KEMENPP2018_2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *