Mimbar Bebas: Tolak Perilaku LGBT di Universitas Riau dan Bumi Melayu Riau

[BEM UNRI | PRESS RELEASE]

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Salam Perjuangan.
Hidup Mahasiswa!

[Mimbar Bebas: Tolak Perilaku LGBT di Universitas Riau dan Bumi Melayu Riau]

Pekanbaru (13/11/2018) — Maraknya isu mengenai LGBT semakin meresahkan masyarakat, hal ini dibuktikan dengan ditemukannya puluhan grup LGBT Pekanbaru yang sebagian besar penghuninya merupakan anak-anak muda pada usia produktif. Perilaku LGBT harus diberantas agar segala dampak buruk yang ditimbulkan oleh perilaku LGBT dapat dicegah. Pemberantasan perilaku LGBT tidak hanya menjadi tugas aparat pemerintahan, tetapi juga diperlukan peran masyarakat agar korban dari LGBT tidak merasa dikucilkan dan diasingkan.

 

Berdasarkan hal tersebut, BEM UNRI melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Kementerian Sosial Masyarakat melakukan Aksi Mimbar Bebas mengenai Penolakan Perilaku LGBT di Universitas Riau dan Bumi Melayu Riau pada Sabtu (10/11) yang berlokasi di depan gerbang UNRI Panam. Sebagian massa aksi berkumpul di Mesjid Arfaunnas dan sholat ashar berjamaah kemudian dilakukan penjemputan massa aksi ke masing-masing fakultas yang dikomandoi oleh Menteri Sosial Masyarakat BEM UNRI Faldhany Hidayat lalu bersama-sama menuju titik aksi.

Massa aksi tiba di depan hotel Mona pada pukul 16.15 WIB. Aksi dibuka oleh Isra Amalia selaku korlap, kemudian diikuti orasi oleh Nur Alaina selaku Menteri Pemberdayaan Perempuan BEM UNRI. Turut juga pembacaan puisi oleh Sekretaris Kementerian Komunikasi dan Informasi yaitu Ullya Muflihatin serta orasi oleh Sekretaris Kementerian Hukum, Advokasi Kesejahteraan Mahasiswa yaitu Ade Sunty Ramadhani.

Beragam penyampaian pendapat dalam menolak perilaku LGBT ditunjukkan oleh setiap perwakilan fakultas diantaranya BEM FKIP, BEM FISIP, BEM Faperta, Forum Perempuan UNRI, Duta Kartini, HIMAPEFSI, ESA, serta Himaprodi PPKN. Tak ketinggalan pula aksi teatrikal berupa tokoh yang menggambarkan hubungan antara individu benar dan salah.

Aksi ditutup dengan pembakaran bendera pelangi sebagai simbolis menolak LGBT dan sekaligus penyataan sikap oleh Nur Alaina dengan poin sebagai berikut :
1. Mengecam semua perilaku LGBT, terkhusus di Universitas Riau.
2. Menolak semua aktivitas masyarakat Pekanbaru yang berhubungan dengan LGBT.
3. Menuntut agar pemerintah daerah Pekanbaru untuk segera membentuk Undang-undang mengenai larangan terhadap perilaku LGBT.

Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan do’a oleh Aulia Djamil selaku Menteri Lingkungan Hidup dan massa aksi dibubarkan pada pukul 17.45 WIB.

“Aksi ini tidak ditunggangi oleh siapapun. Ini murni dari kita mahasiswa dalam menyuarakan mana yang hak dan batil, mana yang benar dan salah. Follow up dari aksi ini nantinya akan dilihat respon dari masyarakat yang mengisi angket yang sudah kami sebarkan. Setelah itu baru bisa dijadikan bahan dalam membuat undang-undang tentang LGBT, doakan saja”, ucap Isra usai aksi dilaksanakan. (AS)

Kabinet Harmoni Perubahan
BEM UNRI 2018/2019

#KEMENPP2018_2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *