Rutin Adakan Diskusi, Kemenhadkesma Gelar Forum Advokasi ke-4

[BEM UNRI | PRESS RELEASE]

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Salam perjuangan
Hidup mahasiswa!!

[Rutin Adakan Diskusi, Kemenhadkesma Gelar Forum Advokasi ke-4]

Pekanbaru (22/11/2018) — Kementerian Hukum dan Advokasi Kesejahteraan Mahasiswa BEM UNRI mengadakan pertemuan dengan kepala dinas/kepala divisi/kepala bidang advokasi BEM Fakultas dan HMJ Se-Universitas Riau pada Selasa (20/11) di Sekretariat BEM FPK (Fakultas Perikanan dan Kelautan).
Forum dibuka pukul 16.35 WIB oleh Kepala Dinas Advokasi BEM FPK yakni Ilham Pramana dengan mengucap syukur karena telah berkesempatan untuk berdiskusi pada Forum Advokasi. Setelahnya, disambung dengan kata sambutan dari tuan rumah BEM FPK yang diwakili oleh Rios Aprilyan Saputra selaku Wakil Gubernur BEM FPK.

Forum Advokasi yang dipimpin oleh Dirjen Hukum BEM UNRI, Ramadhana Ari diawali dengan pembahasan terkait revisi UKT Tugas Akhir (TA) yang sampai saat ini belum menemui titik terang terkait jadwal pelaksanaannya. “Tim UKT Universitas Riau belum menerima semua berkas revisi UKT reguler, sehingga sampai saat ini jadwal untuk revisi UKT bagi mahasiswa TA belum bisa ditetapkan”, ujar Ari. Selanjutnya, Dirjen Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa, Pandu Suprayogi menyampaikan bahwa untuk revisi UKT TA ada dua fakultas yang tidak bisa ikut revisi yaitu FISIP dan FKIP, hal ini dikarenakan keputusan dari tim BKT nya sendiri.
“Mahasiswa yang berada pada UKT 4 dan ingin revisi UKT TA adalah mahasiswa yang berasal dari Fakultas Ekononi, Hukum dan Kedokteran. Selain fakultas tersebut, revisi UKT TA hanya bisa dilakukan pada UKT 5”.

Terkait Forum Advokasi, Fikri Efendi selaku Kadis Advokasi Kesejahteraan Mahasiswa BEM FISIP menyampaikan bahwa perlu digencarkan lagi informasi mengenai jadwal forum advokasi di grup masing-masing fakultas.

Diskusi Forum Advokasi dilanjutkan dengan diskusi mengenai permasalahan keamanan di Universitas Riau. Ari menyampaikan agar setiap BEM Fakultas menemui dekan masing-masing fakultas terkait permasalahan keamanan dan meminta untuk memasang CCTV di setiap tempat rawan yang sering terjadi kasus pencurian. Hal ini sejalan dengan pernyataan Pandu Suprayogi, “Seluruh BEM Fakultas agar mengumpulkan data kehilangan di setiap fakultas dan diskusi bersama dekan fakultas mengenai solusi apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan keamanan kampus”.

Selanjutnya, perwakilan dari IMS FISIP mempertanyakan mengenai jadwal bus UNRI. Menanggapi hal tersebut, Pandu Suprayogi menyampaikan bahwa jadwal sudah disusun oleh Kemenhadkesma, selanjutnya akan digelar diskusi untuk mendapatkan kesepakatan bersama Kasubag Rumah Tangga. Kendalanya adalah masih menunggu jadwal dari Kasubag Rumah Tangga untuk diskusi terkait jadwal bus UNRI.

Pembacaan doa oleh Rizki Rehan dan foto bersama menandai akhir dari Forum Advokasi kali ini. (ADH)

Kabinet Harmoni Perubahan
BEM UNRI 2018_2019

#KEMENHADKESMA2018_2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *