Terkait Karlahut di Provinsi Riau, BEM UNRI Pantau Titik Api Bersama Satgas Riau

 

[BEM UNRI | PRESS RELEASE]

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Salam Perjuangan.
Hidup Mahasiswa!

[Terkait Karlahut di Provinsi Riau, BEM UNRI Pantau Titik Api Bersama Satgas Riau]

Pekanbaru (29/09/2018) — Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Riau melalui Kementerian Lingkungan Hidup pada Rabu (26/09) telah melakukan patroli/memantau titik api yang ada di Provinsi Riau bersama Satgas Riau. Beberapa waktu lalu Kemenlindup melakukan kunjungan ke BPBD Provinsi Riau menanyakan perihal terkait Karlahut di Provinsi Riau.

Dalam melakukan patroli ini turut hadir diantaranya dari TNI, BNBP, Satgas dan serta anggota lainnya. Sedangkan dari pihak BEM UNRI diwakili oleh Aulia Putra selaku Menteri Lingkungan Hidup dan Wahyu Kurniawan dari staf Kemenlindup.

Dalam patroli kali ini kami mendapatkan informasi dari titik hostpot yang ada di Kab.Pelalawan dan Kab.Indragiri Hilir bahwa ada beberapa titik api di dua kabupaten ini, menyebabkan kabut asap yang mulai pekat di Kab.Pelalawan.

Hingga sampai saat ini BPBD dan Satgas yang tergabung berupaya memaksimalkan dalam upaya menanggulangi Karlahut di Provinsi Riau. Tim patroli BPBD juga menyampaikan bahwasannya yang menyebabkan Karlahut ini adalah dibuat oleh tangan manusia baik disengaja maupun tidak disengaja.

Aulia Putra selaku Menteri Lingkungan Hidup menilai permasalahan tentang kebakaran ini telah ditanggulangi serius oleh Satgas. Dapat terlihat ketika kami melakukan patroli, yang menjadi masalah terbesar sekarang adalah penegakan hukum yang kesulitan dalam menjerat pelaku kebakaran. Kesulitan dalam mengusut pelaku ini juga menjadi faktor utama karena luasnya wilayah Riau menyebabkan kejahatan Karlahut terus saja terjadi.

Sesuai interupsi komandan DANREM mengatakan, “Tembak mati saja pelaku pembakaran hutan. Saya sangat setuju hal ini dilakukan, karena biaya yang dikeluarkan untuk menanggulangi ulah mereka ini sangat besar. Untuk 1 kali penerbangan helikopter saja bisa mencapai 350 juta, biaya yang sangat besar untuk menangani bencana”, tuturnya.

Oleh karena itu kami menghimbau kepada masyarakat Riau khususnya, untuk tidak membakar lahan semaunya. Sayangi hutan untuk masa depan dan sayangi keluarga.

Kabinet Harmoni Perubahan
BEM Universitas Riau

#KEMENLINDUP2018_2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *