Terkait Tindaklanjut Karlahut, BEM UNRI Melakukan Kunjungan ke BPBD Provinsi Riau

[BEM UNRI | PRESS RELEASE]

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Salam Perjuangan.
Hidup Mahasiswa!

[Terkait Tindaklanjut Karlahut, BEM UNRI Melakukan Kunjungan ke BPBD Provinsi Riau]

Pekanbaru (21/09/2018) – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Riau melalui Kementerian Lingkungan Hidup pada Kamis (20/09) telah melakukan kunjungan kerja ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau. Kunjungan kerja yang juga merupakan salah satu program kerja oleh Kemenlindup BEM UNRI ini bertujuan sebagai sarana silaturrahmi dan menjalin kerjasama dalam hal penanganan karlahut di Provinsi Riau.

Turut hadir pada pertemuan ini diantaranya pihak BPBD yang diwakilkan oleh Bapak Kamaruzaman selaku Kabid Pencegahan Dan Kesiapsiagaan beserta anggota, sedangkan dari pihak BEM UNRI diwakili oleh Dedy Prianto selaku Wakil Presiden Mahasiswa, Aulia Putra selaku Menteri Lingkungan Hidup dan beberapa pengurus BEM UNRI lainnya.

BPBD menyampaikan terdapat 188 desa yang mengalami kebakaran hutan. Data disampaikan minimal dalam 3 bulan pengecekan titik hotspot. Setelah diamati pada tahun 2018 dan didata kembali hingga Juli, kebakaran mengalami peningkatan titik api.

Sampai saat ini BPBD dan beberapa stackholder satgas yang tergabung berupaya maksimal dalam menanggulangi karlahut di Provinsi Riau. Dilihat dari tidak adanya bencana kabut asap dalam 3 tahun terakhir, BPBD Provinsi Riau juga menyampaikan kejadian karlahut yang dapat terjadi oleh manusia, baik secara disengaja maupun tidak disengaja.

Aulia Putra selaku Menteri Lingkungan Hidup menilai bahwa Provinsi Riau akan menjadi perhatian serius Indonesia dalam menanggulangi karlahut selama 3 tahun terakhir. “Karena keunikan kondisi geografis di Riau dengan kekayaan gambut yang dimiliki maka akan menjadi sumber karbon bagi bumi. Namun hal ini tidak selaras dengan perilaku korporasi yang tidak mempertimbangkan hal tersebut, sehingga mengambil keputusan yang dapat merusak lingkungan dalam pengelolaan lahan. Selama 21 tahun terjadi kebakaran di Riau, masih saja kekuatan hukum tidak membuat efek jera bagi pihak korporasi yang tidak taat aturan. Saya yakin sebagai kaum intelektual, kami barisan mahasiswa akan siap bersinergi dengan BPDB dan steckholder karlahut untuk menyelasaikan permasalahan karlahut di Provinsi Riau.” tuturnya.

Sementara itu menurut data BPBD dari tahun 2014-2018 sebaran hotspot berfluktuasi. Pada tahun 2015 terjadi collapse karena adanya kiriman asap dari selatan, namun di tahun 2017 terjadi penurunan dan pada tahun 2018 kembali naik. (AP/UM)

Kabinet Harmoni Perubahan
BEM UNRI 2018/2019

#KEMENLINDUP2018_2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *