Terkait Tuntutan Aksi, BEM UNRI Penuhi Undangan Forum Sengketa Lahan

[BEM UNRI | PRESS RELEASE]

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Salam Perjuangan.
Hidup Mahasiswa!

[Terkait Tuntutan Aksi, BEM UNRI Penuhi Undangan Forum Sengketa Lahan]

Pekanbaru (18/09/2018) – Sesuai dengan tuntutan Aksi (13/9) maka disepakati bahwa hari Senin (17/9) diadakan Forum terkait membedah dan membuka data sengketa lahan yang saat ini terjadi di Universitas Riau dengan mengundang seluruh mahasiswa UNRI, Pemprov Riau, PT. Hasrat Tata Jaya, DPRD Riau, serta pihak-pihak yang terlibat.

Rapat tersebut dihadiri oleh pihak Pemprov, Kejaksaan Tinggi (Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara), Biro Hukum, BPKD, Tim Lahan UNRI, Tim Hukum UNRI, Lurah Simpang Baru, dan perwakilan Mahasiswa Universitas Riau.

Randi Andiyana selaku Presiden Mahasiswa Universitas Riau menyampaikan protes terkait tidak adanya dari pihak PT. HTJ yang hadir dalam forum tersebut. “Forum ini belum sesuai dengan tuntutan mahasiswa. Kami menginginkan semua pihak terkait hadir disini, baik itu dari Pemprov Riau, Universitas Riau, maupun PT. HTJ”, ujar Randi.

Setda I Provinsi Riau Bapak Ahmad Syah Harrofie menyatakan bahwa “Kita memang tidak mengundang PT. HTJ, dikarenakan rapat ini sifatnya sebagai komunikasi internal kita antara Pemprov dengan UNRI”

Pihak Kejati Bapak Dwi Agus Afrianto, SH MH menjelaskan kronologis sengketa lahan tersebut dan menurut beliau ada satu upaya hukum yang bisa memungkinkan untuk dilakukan PK sekali lagi terkait dua penafsiran PK yang berbeda. “Lahan ini akan sama-sama kita perjuangkan, oleh karena itu kita perlu menyusun materi PK untuk diajukan ke Mahkamah Agung”, ujar Dwi.

David Herlambang selaku Gubernur Mahasiswa Fakultas Hukum menyatakan bahwa “Kami sebagai mahasiswa sangat setuju dan memang seharusnya lahan itu diperjuangkan, namun yang menjadi tujuan kami menuntut diadakan rapat ini adalah agar pihak Pemprov, UNRI serta PT. HTJ dapat membuka data sengketa lahan tersebut agar kami mahasiswa juga tahu mana saja lahan yang bersengketa beserta dengan data-datanya, supaya permasalahan ini jelas dan gamblang, tidak ada lagi yang ditutup tutupi, sehingga mahasiswa bisa menyatakan sikap”. Peryataan David ditanggapi dengan baik oleh Sekda Provinsi Riau Bapak Ahmad Hijazi.

Namun Tim Lahan UNRI menyatakan bahwa data-data dari tim Lahan UNRI tidak dibawa pada rapat tersebut, sehingga diperoleh kesepakatan kembali bahwa paling lambat Kamis (20/9) sudah diadakan pertemuan kembali tuntuk membedah data sengketa lahan baik dari Pemprov maupun dari Tim Lahan UNRI.

“Proses Hukum akan segera kita lakukan, 3 hari kedepan kita akan adakan pertemuan lagi untuk membedah data sengketa lahan. Karena data data tersebut saling melengkapi antara data dari Pemprov dengan data dari Tim Lahan UNRI”, ujar Ahmad Hijazi. (ASR)

BEM UNRI Kabinet Harmoni Perubahan

#KEMENHADKESMA2018_2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *