Upayakan Harmoni Pengkaderan, Kemendaniv Gelar Training Kaderisasi dan Bedah SOP

[BEM UNRI | PRESS RELEASE]

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Salam perjuangan.
Hidup Mahasiswa!

[Upayakan Harmoni Pengkaderan, Kemendaniv Gelar Training Kaderisasi dan Bedah SOP]

Pekanbaru (24/10/2018) — Pengkaderan dalam sebuah organisasi memiliki peranan penting demi mengharmonisasikan tujuan bersama. Sadar akan peranan penting kaderisasi ini, Kementerian Dalam Universitas BEM dan UNRI menggelar Training Kaderisasi sekaligus membedah Standard Operational Procedural (SOP) kelembagaan yang akan diberlakukan selama 1 tahun kepengurusan selanjutnya. Bertempat di Aula Rektorat Lantai IV Universitas Riau, perwakilan dari masing-masing kelembagaan selingkungan Universitas Riau mengikuti agenda ini.

Agenda yang diikuti oleh petinggi BEM dan HIMA/HMJ ini mengundang pemateri-pemateri handal dimasanya, seperti Putri Jonesti yang merupakan Menteri Pemberdayaan Perempuan BEM UNRI Periode 2015/2016, Rinaldi Parepare yang merupakan Presiden Mahasiswa BEM UNRI Kabinet Pilar Peradaban serta Randi Andiyana yang saat ini sedang menjabat sebagai Presiden Mahasiswa BEM UNRI Kabinet Harmoni Perubahan.

Diawal kegiatan Witami selaku Menteri Dalam Universitas BEM UNRI Kabinet Harmoni Perubahan mengatakan bahwasannya tujuan diadakannya agenda ini sebagai langkah awal bagi pengurus BEM dan HIMA/HMJ demi keberlangsungan sebuah organisasi selama 1 periode kedepan. Dan harapannya setelah diadakan kegiatan ini, BEM UNRI bersama seluruh kelembagaan di Universitas Riau dapat bersinergi dan bersama-sama membuat gerakan-gerakan positif di kampus biru langit.

Kemudian pada sesi dialog yang dipandu oleh Alfikri Gunawan, tampak antusiasme dari para peserta training yang ditandai dengan banyaknya pertanyaan-pertanyaan seputar pengkaderan di lembaga terkait. Salahsatu pertanyaan yang muncul terkait cara jitu memikat mahasiswa agar tidak apatis terhadap kegiatan- kegiatan dikampus. Hal ini langsung ditanggapi oleh Randi Andiyana selaku Presiden Mahasiswa, “Untuk hal-hal seperti ini dapat dilakukan dengan cara yang paling menyenangkan, misalnya dengan mengenali karakter mahasiswa yang memiliki kesamaan/homogen.” Rinaldi juga menambahkan bahwa kaderisasi itu haruslah memiliki branding sendiri, dan harus punya treatment khusus bagaimana memikat target yang akan dikader.

Kegiatan dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD), dimana peserta dibagi perkelompok. Setiap kelompok dipimpin oleh seorang mentor dari Dirjen Kaderisasi Kementerian Dalam Universitas yang akan membantu memberikan solusi terkait permasalahan di masing-masing fakultas.

Agenda masih tetap berlanjut setelah ba’da zuhur dengan diadakannya Bedah SOP Kaderisasi yang langsung dipimpin oleh Ilham Fachrozi selaku Dirjen Kaderisasi Kemendaniv. Selama diskusi pembedahan SOP, banyak sekali perbaikan-perbaikan untuk SOP kaderisasi dari perwakilan setiap Hima/HMJ maupun BEM Fakultas yang hadir. Namun keputusan akhir dari pembedahan SOP masih akan ditetapkan oleh Kementerian Dalam Universitas itu sendiri. Tujuan diadakannya Bedah SOP adalah untuk menyelaraskan pengkaderan serta timeline alur kaderisasi di setiap kelembagaan mahasiswa Se Universitas Riau. Harapannya setiap kelembagaan mampu menjadikan SOP kaderisasi sebagai standar pengkaderan agar terbentuknya kader-kader yang berkualitas. SOP Kaderisasi ini akan dilaunching diakhir kepengurusan untuk periode lima tahun kedepan. (UM/RLMN)

Kabinet Harmoni Perubahan
BEM UNRI 2018/2019

#KEMENDANIV2018_2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *