BEM UNRI Bersama PG PAUD Taja Diskusi Panel Anti Kekerasan

[BEM UNRI | PRESS RELEASE]

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Salam Perjuangan.
Hidup Mahasiswa!

[BEM UNRI Bersama PG PAUD Taja Diskusi Panel Anti Kekerasan]

Pekanbaru (26/11/2018) — Tanggal 25 November diperingati sebagai Hari Anti Kekerasan pada Perempuan dan 20 November adalah Hari Anak Universal. Peringatan ini dijadikan sebagai kampanye untuk menolak segala bentuk kekerasan yang dapat terjadi pada perempuan dan anak mulai dari kekerasan fisik, psikis, hingga kekerasan seksual. Hingga hari ini kasus kekerasan pada perempuan dan anak masih marak terjadi, bahkan di Provinsi Riau sepanjang tahun 2018 telah terjadi 129 kasus yang tercatat di UPT P2TP2A Provinsi Riau.

Bertepatan dengan peringatan tersebut, BEM UNRI bersama Himaprodi PG PAUD yang diinisiasi oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan melaksanakan Diskusi Panel di Desa Sungai Sibam Kecamatan Payung Sekaki pada hari Sabtu, 24 November 2018.

Diskusi Panel ini dihadiri dari pihak desa yakni Bapak Kepala Desa beserta jajarannya, sedangkan dari pihak BEM UNRI yakni Dedy Prianto selaku Wakil Presiden Mahasiswa, Nur Alaina selaku Menteri Pemberdayaan Perempuan, Mila Delvianti selaku Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan beserta staff Kementerian Pemberdayaan Perempuan lainnya. Turut Hadir juga Marini dan Melni sebagai Duta Kartini, Moethya selaku Ketua Forum Perempuan UNRI serta Syafitri selaku Bupati Hima PG PAUD dan jajarannya.

Agenda ini bertujuan memberi edukasi kepada masyarakat tentang identifikasi awal terjadi kekerasan dan alur pelaporan jika terjadi kekerasan yang disampaikan oleh Desi Riawati, S.Sos, dari UPT P2TP2A Provinsi Riau. “Riau merupakan daerah dengan angka kekerasan yang cukup tinggi, sehingga sosialisasi di masyarakat sangat dibutuhkan. Dalam hal ini, kami dari P2TP2A berperan sebagai pusat pelayanan dan pelaporan jika terjadi kekerasan”, tutup Desi dalam penyampaian materinya.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana menyampaikan betapa pentingnya kesehatan pada perempuan dan anak-anak serta menciptakan keluarga yang harmonis yang disampaikan oleh Dr. Hj. Arnita Sari.

“Kegiatan ini pada dasarnya sangat diperlukan oleh masyarakat, dikarenakan kekerasan terjadi sering kali disebabkan oleh masalah yang sebenarnya sederhana di Rumah Tangga”, tutur Lurah Sungai Sibam.

Kemudian setelah diskusi Panel dilanjutkan dengan bermain dan belajar bersama adik-adik Binaan dari Hima PG PAUD yang berfungsi sebagai pembinaan edukasi bagi adik-adik. (NR/MD)

Kabinet Harmoni Perubahan
BEM UNRI 2018/2019

#KEMENPP2018_2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *