Cegah Kekerasan pada Perempuan dan Anak Diawali dari Keluarga

[BEM UNRI | INFO]

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Salam Perjuangan.
Hidup Mahasiswa!

[Cegah Kekerasan pada Perempuan dan Anak Diawali dari Keluarga]

25 November diperingati sebagai Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan Internasional dan 20 November diperingati sebagai Hari Anak Universal. Peringatan tersebut diharapkan dapat dijadikan sebagai momen untuk menyadarkan masyarakat tentang pentingnya mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak baik kekerasan fisik, mental maupun kekerasan seksual. Catatan akhir tahun 2016 Komnas Perempuan menyatakan telah terjadi 259.150 kasus kekerasan terhadap perempuan sepanjang tahun tersebut dengan 245.528 kasus diperoleh dari 358 Pengadilan Agama dan 13.602 kasus yang ditangani oleh 233 lembaga mitra pengadaan layanan yang tersebar di 34 Provinsi.

Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Riau juga mencatat sebanyak 824 perempuan dan anak setempat yang mengalami tindak kekerasan sejak 2012-2018. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Riau mengatakan bahwa kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan terbanyak terjadi pada tahun 2017 yaitu sebanyak 160 kasus. Kekerasan di ranah personal masih menempati angka tertinggi. Kekerasan terhadap istri menempati peringkat pertama dengan 5.784 kasus, disusul kekerasan terhadap anak perempuan sebanyak 1.799 kasus dan selanjutnya kekerasan oleh mantan suami serta kekerasan terhadap pekerja rumah tangga. Jenis kekerasan tertinggi adalah kekerasan fisik, diikuti kekerasan seksual, kekerasan psikis dan kekerasan ekonomi.

Berdasarkan data diatas dapat disimpulkan bahwa masih banyaknya perempuan dan anak yang mendapat perlakuan tidak wajar, dimana dari banyaknya kasus tersebut diharapkan peran aparat pemerintah serta masyarakat dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak dengan cara melaporkan kasus-kasus kekerasan yang dialami perempuan dan anak di masyarakat.

Oleh karena itu BEM UNRI melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan ingin mengajak seluruh Mahasiswa Universitas Riau untuk bergabung bersama dalam Diskusi Panel yang akan dilaksanakan pada:

📆 Sabtu, 24 November 2018
🕛 13.00 WIB – selesai
🏢 Halaman Kantor Lurah Sungai Sibam, Kec. Payung Sekaki
👥Pemateri : dr. Hj. Arnita Sari dan Desi Riawati, S.Sos (Seksi Pengaduan dan Pelayanan P2TP2A)

“Perempuan diciptakan dari tulang rusuk laki-laki, bukan dari kepalanya untuk berada diatasnya atau dari kakinya untuk diinjak. Tetapi diciptakan dari bagian sisinya agar sejajar di dekat lengannya yang harus dilindungi dan dekat dengan hatinya untuk dicintai”- Dale. S. Hadley.

Kabinet Harmoni Perubahan
BEM UNRI 2018/2019

#KEMENPP2018_2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *