[Dijanjikan Dapat Memilih, Mahasiswa Turun ke Jalan Meminta Hak Suara Dikembalikan]

[BEM UNRI | PRESS RELEASE]

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Salam Perjuangan.
Hidup Mahasiswa!

[Dijanjikan Dapat Memilih, Mahasiswa Turun ke Jalan Meminta Hak Suara Dikembalikan]

Pada 17 April 2019 telah dilaksanakan pemilu serentak di seluruh Indonesia. Dalam sehari jutaan warga memilih calon presiden dan wakilnya, anggota DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota, dan DPD RI.

Pada pelaksanaannya, masyarakat Riau mengeluhkan banyaknya kekurangan surat suara ketika hari pencoblosan. Terlebih adalah perantau yang mengurus Form A5 atau pindah memilih, namun ketika hari pencoblosan tak dapat memilih karena TPS tersebut kehabisan surat suara.

Maka dari itu, mahasiswa Universitas Riau melakukan aksi melakukan aksi Demokrasi Bobrok : #DipaksaGolput, ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Riau menuntut dikembalikannya hak suara yang telah hilang sia-sia.

“Turunnya BEM UNRI ke KPU untuk menyampaikan aspirasi dari masyarakat yang dipaksa golput dan mahasiswa yang mengurus form A5 namun tidak bisa menggunakan form A5 nya”. Tanggap salah seorang massa aksi, Suci Fahriza (Faperika).

Sembari menunggu Ketua KPU Provinsi Riau menemui massa aksi, perwakilan setiap fakultas berorasi dengan lantang dan menyanyikan lagu kebanggaan.

“Dengan adanya logistik form A5 yang disediakan KPU pusat kepada KPU Provinsi Riau yang diperuntukkan bagi pemilih diluar daerah diharapkan dapat mengurangi golput di provinsi Riau. Namun nyatanya pemilik form A5 dioper-oper dan akhirnya tidak bisa memilih.” Ungkap Syafrul Ardi dalam orasinya.

Lucu ketika KPU menggembar-gemborkan bahwa yang sedang merantau baik itu karena alasan sedang menempuh Pendidikan, bekerja, sakit dan lain-lain dapat mengurus pindah memilih dengan mengurus Form A5. Tapi, ternyata dari awal tidak ada penambahan surat suara untuk pindah memilih atau pengguna A5 sehingga tidak terakomodir untuk berpartisipasi dalam Pemilu.

Menteri Sosial Politik BEM UNRI, M. Hafiz Ona dalam orasinya menyampaikan bahwa tanggal 27 April direncanakan akan ada pemungutan suara ulang. Namun nyatanya pemungutan suara ulang hanya diperuntukkan bagi yg terdaftar di DPT. Tidak ada kuota form A5 karena surat suara habis. Hal ini menyebabkan bertambahnya kekecewaan masyarakat terhadap pelaksanaan pemilu 2019.

Massa aksi meminta ketua KPU Provinsi Riau yang merupakan aktivis 98 untuk berdialog bersama di atas mobil komando. Presiden Mahasiswa Universitas Riau, Randy Andiyana mengungkapkan pernyatan sikap mahasiswa kepada Ketua KPU Provinsi Riau.

Pernyataan sikap tersebut berisikan :
1. Menuntut KPU Provinsi Riau mendesak KPU Indonesia untuk mengklarifikasi info yang terjadi
2. Mengecam segala tindakan yang terjadi terhadap pembungkaman hak suara.
3. Menuntut kepada KPU Provinsi Riau terhadap hak suara rakyat khususnya pemilih Daftar Pemilih Tambahan (DPT B) pengguna form A5
4. Mendesak KPU dan Kementerian Keuangan RI untuk segera memberikan apresiasi dan santunan kepada para petugas KPPS yang meninggal dan sakit dalam melaksanakan tugas menyelenggarakan Pemilu 2019.

Kemudian Ketua KPU Provinsi Riau diberi waktu 5 menit untuk menyampaikan aspirasinya.

Ketua KPU Provinsi Riau meminta agar mahasiswa mengawal rekapitulasi surat suara di tingkat kab/kota. Beliau menambahkan bahwa KPU masih berintegritas, jujur dan adil, serta masih bisa dipercaya.

Hingga akhir pidatonya, Ketua KPU Provinsi Riau tidak menyinggung perihal bentuk pertanggung jawaban atau solusi apapun tehadap hak suara yg hilang.
Beliau hanya memastikan dokumen aspirasi mahasiswa akan disampaikan oleh KPU Indonesia saat beliau ke Jakarta.

Tidak puas dengan tanggapan Ketua KPU Provinsi Riau, masa aksi menuntut untuk bisa menggunakan hak suaranya.

Aksi ditutup dengan doa oleh Abdul Hamid.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Salam Harmoni.
––––––––––––––––––––
Kabinet Harmoni Perubahan
Kementerian Sosial Politik
@bemunri

#PRESSRELEASE
#KEMENSOSPOL2018/2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *