Himbauan Jumat Berbaju Melayu

[BEM UNRI | JUMAT BERBAJU MELAYU]

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Salam Perjuangan.
Hidup Mahasiswa!

[Himbauan Jumat Berbaju Melayu]

Sayang kumbang mencari makan
Terbang seiring ditepi kali
Hai ncik, tuan dan puan sekalian
Kebudayaan BEM UNRI datang lagi!!!

Sebagai generasi milenial, mencintai budaya Indonesia dengan menjaga dan melestarikannya adalah tugas kita bersama. Salah satu cara melestarikan budaya tersebut adalah dengan mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Riau sebagai “The Homeland of Malay” memiliki ciri khas sendiri dalam melestarikan budaya. Selain banyak tradisi adat dalam sebuah kegiatan, pakaian orang melayu juga diatur dalam sebuah tata cara penggunaan pakaian tradisional melayu.

Pakaian tradisional melayu dikenal dengan sebutan baju kurung yang bisa digunakan kaum pria dan wanita. Pengertian baju kurung secara tidak langsung adalah ‘mengurung atau menutup’ anggota tubuh dimana cara ini menepati konsep pakaian melayu sesuai agama Islam yang diperbolehkan. Sehingga istilah ‘kurung’ diartikan sebagai baju yang longgar, labuh dan panjang.

Nah, bagaimana tata cara berpakaian melayu khususnya di Riau?

Baju melayu Riau secara tradisional dapat dibagi antara lain sebagai berikut:

1. Pakaian harian
2. Pakaian resmi dan setengah resmi
3. Pakaian upacara adat
4. Pakaian upacara perkawinan
5. Pakaian upacara keagamaan

Salah satu langkah dari BEM UNRI mengajak seluruh mahasiswa untuk melestarikan budaya yaitu gerakan “Jumat Berbaju Melayu”

Gerakan “Jumat Berbaju Melayu” merupakan suatu himbauan agar mahasiswa bahkan seluruh civitas akademika Universitas Riau untuk mengenakan pakaian melayu setiap hari Jum’at dengan aturan pakaian sebagai berikut :

1. Aturan pakaian laki-laki
– Baju teluk belanga nelah atau baju kurung cekak musang (memakai baju longgar untuk yang sudah menikah).
– Memakai kain samping.
– Memakai ikat kepala atau kopiah.

2. Aturan pakaian untuk perempuan
– Baju kurung, baju kebaya laboh (Panjang hingga dibawah lutut), kebaya pendek.
– Memakai rok panjang, kain sarung pelekat atau batik bunga.
– Memakai tutup kepala pusing berupa selendang dan ditambah dengan kain tudung lingkup.

Sumber : Dinas Kebudayaan Provinsi Riau

Untuk mempertahankan identitas melayu di Bumi Lancang Kuning, maka BEM Universitas Riau sekali lagi mengajak seluruh civitas akademika Universitas Riau utnuk bergabung dalam gerakan “Yuk, Jumat Berbaju Melayu.”
.
Salam Harmoni.
––––––––––––––––––––
Kabinet Harmoni Perubahan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
@bemunri

#AyoBerbajuMelayu
#LestarikanKebudayaanMelayu
#KEMENDIKBUD2018_2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *