Kebiasaan Buruk Mahasiswa Ketika Tidur

[BEM UNRI | RABU SEHAT]
.
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Salam Perjuangan.
Hidup Mahasiswa!

[Kebiasaan Buruk Mahasiswa Ketika Tidur]
.
Selamat Siang Armada Biru Langit!
.
Pada Rabu Sehat sebelumnya telah dibahas mengenai bahaya dari pola tidur mahasiswa yang buruk yaitu kebiasaan tidur sebelum pukul 11 siang, kebiasaan tidur di atas pukul 12 malam, dan kebiasaan tidur di atas pukul 3 sore. Nah kali ini, Rabu Sehat akan membahas mengenai kebiasaan buruk mahasiswa ketika tidur.
.
Berikut ini kebiasaan buruk yang dilakukan oleh mahasiswa ketika tidur:

1. Tidur dengan lampu menyala
Kebanyakan dari kita menyalakan lampu ketika tidur karena tidak biasa bahkan tidak berani dengan keadaan yang gelap. Padahal, dengan adanya paparan cahaya menjadikan kualitas tidur kita kurang baik, ini dikarenakan cahaya tersebut berperan sebagai perangsang stimulator kerja otak sehingga otak kita akan terus bekerja untuk merespon atau mengartikan cahaya tersebut. Tidak hanya itu, tidur dengan menyalakan lampu dapat berdampak buruk terhadap kesehatan, yaitu :

• Menimbulkan resiko kanker payudara
Ketika tidur, tubuh kita akan memproduksi hormon melatonin yaitu hormon kekebalan tubuh yang mampu memerangi berbagai penyakit termasuk kanker payudara. Namun, dengan adanya paparan cahaya membuat produksi hormon melatonin akan terganggu sehingga tubuh tidak bisa memerangi sel kanker.

• Diabetes Mellitus tipe 2
Diabetes memiliki kaitan dengan paparan cahaya lampu, hal ini dikarenakan terganggunya produksi hormon melatonin sehingga merusak kadar hormon glukosa dan leptin yang mengatur nafsu makan dan glukosa dalam darah sehingga membuat kadar gula darah meningkat.

• Meningkatkan tekanan darah
Sebuah penelitian dalam jurnal Chronobiology International menemukan bahwa orang yang mendapatkan banyak paparan cahaya ketika tidur mempunyai tekanan darah yang lebih tinggi.

• Berpengaruh terhadap kesuburan wanita
Wanita yang terpapar cahaya lampu juga berisiko terhadap kesuburannya. Dari studi yang diterbitkan oleh Epidemiology, para wanita memiliki masalah terkait siklus menstruasi karena paparan cahaya.

• Obesitas (Kegemukan)
Para peneliti dari Universitas Oxford menemukan wanita yang tidur dengan paparan cahaya memungkinkan mereka untuk memiliki index massa tubuh dan pinggang lebih besar. Hal ini karena cahaya bisa mengganggu produksi hormon melatonin sehingga mengganggu metabolisme dan pola makan.

🔎Adapun solusi untuk kita yang tidak biasa atau takut dengan keadaan gelap yaitu dengan menggunakan lampu tidur yang benar-benar redup atau remang-remang untuk mengurangi cahaya yang terlalu terang.
.
2. Tidur yang ditemani dengan kipas angin menyala
Negara Indonesia merupakan negara tropis, dimana kita dapat merasakan suhu udara yang panas, bahkan di malam hari. Agar tubuh bisa tidur dengan nyenyak, kebanyakan dari kita tidur bersamaan dengan kipas angin yang menyala. Sayangnya, menurut pakar kesehatan, hal ini bisa berbahaya bagi kesehatan, apalagi jika kita melakukannya hampir setiap malam. Masalah kesehatan yang terjadi yaitu :

• Meningkatkan infeksi saluran pernafasan
Dilansir dari UNILAD, hal pertama yang kita dapatkan jika sering tidur dengan kipas angin yang menyala adalah lebih rentan terkena asma dan infeksi saluran pernafasan lainnya. Hal ini karena udara yang kita hirup mengandung bakteri, kuman, atau bahkan virus.

• Penyakit Bell Palsy
Penyakit Bell Palsy merupakan penyakit kelumpuhan, namun bukan kelumpuhan pada tubuh melainkan kelumpuhan yang terjadi pada wajah. Wajah akan terasa sulit untuk tersenyum, tertawa dan menyebabkan pembengkakan di daerah wajah tertentu. Penyakit ini disebabkan oleh kondisi syaraf wajah yang menegang, dikarenakan terkena suhu dingin seperti kipas angin secara terus-menerus.

• Kulit nenjadi kering
Udara yang berhembus dan menerpa kulit bisa membuat kita mengalami masalah kulit kering. Suhu udara yang menurun serta paparan angin ternyata bisa membuat kelembaban di kulit kita menurun drastis sehingga kulit menjadi kering dan bisa memicu rasa tidak nyaman serta gatal-gatal.

• Otot kaku dan nyeri
Suhu yang dingin dari kipas angin akan menurunkan produksi cairan lubrikasi dimana cairan tersebut berfungsi untuk menguatkan otot dan persendian kita. Ketika kita menyalakan kipas angin, otot akan terasa lebih pegal dan kaku pada pagi harinya.

🔎Adapun tips menggunakan kipas angin ketika tidur yaitu tidak menggunakan kipas angin di ruangan yang tertutup dan jangan menghadapkan kipas angin tepat di wajah, karena akan sangat mempengaruhi jumlah oksigen dan karbondioksida yang ada di sekitar wajah kita.
.
Nah, itulah dua hal kebiasaan buruk yang dilakukan oleh mahasiswa ketika tidur, memang kebanyakan dari kita yang tidak optimal dalam menjaga kesehatan dan mengganggap hal-hal kecil sebagai hal sepele. Kenyataannya hal-hal kecil tersebut bisa menyebabkan berbagai penyakit dan berdampak di masa yang akan datang. Untuk itu, kita perlu menjaga pola dan kebiasaan tidur kita agar tidak terserang penyakit sehingga kita mendapatkan kualitas tidur yang lebih baik. Namun, sebelum tidur jangan lupa untuk mencuci kedua tangan dan kaki serta membersihkan tempat tidur dari debu-debu ya!

Salam Harmoni.
––––––––––––––––––––
Kabinet Harmoni Perubahan
Kementerian Sosial dan Masyarakat
@bemunri
.
#RABUSEHAT
#KEMENSOSMAS2018_2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *