Rabu Sehat Mengenai Junk Food

[BEM UNRI | RABU SEHAT]

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Salam Perjuangan.
Hidup Mahasiswa!

[Rabu Sehat Mengenai Junk Food]
.
Halo Armada Biru Langit!

Pada Rabu Sehat sebelumnya telah dibahas mengenai Pola Makan Mahasiswa yang Buruk, nah kali ini Rabu sehat akan membahas mengenai Junk Food.

Junk Food, apa pendapat kamu setelah mendengar kata junk food?
Enak, suka, doyan atau keburu pengan makan sekarang juga? Ya boleh-boleh saja menyukainya asal dibatasi tingkat konsumsinya ya. Makanan rendah gizi atau junk food merupakan istilah yang mendeskripsikan makanan tidak sehat atau memiliki sedikit kandungan nutrisi.

Di era modern dan praktis makanan ini sudah akrab dilidah masyarakat bahkan tidak sedikit yang mengonsumsinya sebagai santapan sehari-hari terutama mahasiswa, bukan? Banyak mahasiswa yang menghabiskan waktu santai mereka berkumpul bersama teman-temannya di restoran atau tempat makan cepat saji lainnya. Hal ini sangat disayangkan karena junk food mengandung jumlah lemak besar, gula, zat aditif dan kalori tinggi, tetapi rendah nutrisi, vitamin dan rendah mineral. Sehingga dapat meningkatkan resiko depresi bahkan memicu penyakit berbahaya seperti hipertensi, diabetes, stroke, obesitas, jantung dan kanker.

📌Adapun jenis-jenis junk food yang sering dikonsumsi mahasiswa yaitu, makanan gorengan, makanan dan minuman yang banyak mengandung gula, daging berlemak dan daging olahan. Yuk kita simak penjelasannya.
• Makanan gorengan.
Pada umumnya makanan gorengan memiliki kandungan kalori, kandungan lemak dan oksidanya yang cukup tinggi. Salah satunya yaitu french fries (kentang goreng). Kandungan lemak dalam kentang goreng adalah lemak jenuh yang tidak baik bagi kesehatan kita. Selain itu kandungan sodium dan garam apabila dikonsumsi terus-menerus akan menyebabkan obesitas dan penyakit jantung koroner.
• Minuman bersoda dan Milshake.
Minuman dengan lemak jenuh, susu konvensional, dan minuman dengan bahan kimia untuk penyedap rasa yang dinamakan gula buatan sangat tidak baik bagi kesehatan tubuh. Kenapa? karena gula tersebut dapat menyebabkan obesitas, kerusakan gigi bahkan diabetes. Untuk menetralisir 1 kaleng minuman bersoda dibutuhkan 32 gelas air putih.
• Makanan daging berlemak.
Fried chiken mengandung kadar protein yang baik bagi tubuh, akan tetapi terdapat lemak jenuh dan kolesterol ditambah dengan zat kimia yang ada di dalamnya sehingga menjadi penyebab utama penyakit jantung koroner dan kanker.
• Makanan daging olahan.
Mengandung garam nitrit, natrium dan juga pengawet makanan semua zat ini dapat menyebabkan kanker. Contoh daging olahan adalah bakso, sosis, nugget, dan kornet yang dapat memberatkan beban hati/liver dan memberatkan kerja ginjal.


📌Nah, berikut ini cara untuk meminimalisir konsumsi junk food
• Mulailah sarapan pagi dengan menu sehat, seperti jus buah, susu rendah lemak atau sereal tinggi serat. Asupan makanan yang mengandung tinggi serat dapat memperlambat rasa lapar sehingga akan menekan keinginan untuk mengkonsumsi makanan berlemak (junk food).
• Mulailah meluangkan waktu untuk memasak makanan sendiri baik makanan utama maupun snack.
• Membatasi minuman bersoda dan memperbanyak minum air putih.
.
Perlu diketahui, sebuah studi yang dilakukan University of Minnesota School of Public Health meneliti bahwa orang yang sering mengkonsumsi junk food memiliki risiko kematian lebih cepat dibandingkan dengan orang yang tidak mengkonsumsi junk food loh.
Terkhusus untuk kaum wanita, mengkonsumsi junk food saat sedang menstruasi merupakan hal yang buruk. Kandungan garam yang tinggi bisa membuat masalah perut kembung menjadi semakin parah dan terjadinya nyeri akibat menstruasi atau biasa dikenal dengan sebutan Dismenore.
Sesuatu yang kita makan dapat berdampak bagi kesehatan kita bahkan ke mental kita juga. Mari kita sama-sama menjaga pola makan untuk tidak mengonsumsi junk food dalam jangka panjang yang menawarkan kerugian bagi diri sendiri.
.
Salam Harmoni.
––––––––––––––––––––
Kabinet Harmoni Perubahan
Kementerian Sosial dan Masyarakat
@bemunri
.
#RABUSEHAT
#KEMENSOSMAS2018_2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *