SERUAN AKSI: PERTANIAN TAK BERDAULAT

[SERUAN AKSI: PERTANIAN TAK BERDAULAT]

Hidup Mahasiswa!
Hidup Rakyat Indonesia!

Pertanian merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan suatu bangsa. Hari Tani Nasional yang jatuh pada tanggal 24 September menjadi salah satu momen refleksi bangsa terkait kondisi pertanian Indonesia.

Permasalahan pertanian maupun kebijakan-kebijakan pertanian yang kurang memihak petani masih menjadi hal yang menjamur di Indonesia. Salah satu Nawacita dari Pemerintah adalah Reforma Agraria, yang diarahkan untuk menyokong kedaulatan pangan dan ketahanan pangan. Akan tetapi realita yang terjadi di Indonesia pemerintah melakukan peningkatan jumlah impor beras hingga mencapai 865.519 ton.
Selain itu produk pertanian lokal yang menjadi primadona di Provinsi Riau (Kelapa Sawit, Kelapa, dan Karet) mengalami penurunan harga jual dari petani yang signifikan. Sehingga tidak sesuai dengan salah satu tujuan reforma agraria yang menjadi Nawacita dari Jokowi-Jk poin ke 2 yaitu menciptakan sumber kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.

Oleh karena itu, BEM UNRI mengajak seluruh Mahasiswa Universitas Riau untuk bergabung bersama dalam “Aksi Pertanian Tak Berdaulat” pada:

📆 Hari/tanggal : Senin, 24 September 2018
⏰ Pukul : 13.00 WIB – selesai
🏢 Titik Kumpul : BEM UNRI dan BEM Fakultas masing-masing
👔 Dresscode : Almamater
📢 Korlap : Gubma Faperta (Syahabudin Ahmad)

Dengan tuntutan:
1. Mendesak pemerintah untuk menuntaskan target program Perhutanan Sosial seluas 4,38 juta ha dan Tanah Objek Reforma Agraria seluas 9 juta ha.
2. Menuntut pemerintah untuk mempercepat penyelesaian konflik agraria di Provinsi Riau.
3. Menuntut Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Presiden terhadap redistribusi reforma agraria di Provinsi Riau.
4. Menuntut Pemerintah untuk membuat sentra-sentra produksi lokal atas pangan sebagai upaya peningkatan ketahanan pangan di Indonesia.
5. Menuntut Pemerintah dalam menstabilkan nilai perekonomian nasional.
6. Mengecam segala tindakan pengebirian demokrasi, ancaman-ancaman premanisme, regulasi yang mengkoptasi kegiatan mahasiswa didalam kampus ataupun diluar kampus yang menyebabkan ruang-ruang aspirasi dan pergerakan di belenggu.
7. Mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan oleh aparat kepolisian serta Kapolri untuk mencopot setiap Polisi yang bertindak represif dan meminta Kapolri serta Presiden Republik Indonesia meminta maaf secara terbuka kepada mahasiswa se-Indonesia terhadap tindakan represif di Medan pada Kamis (20/9).

“Kita bangsa besar, kita bukan bangsa tempe. Kita tidak akan mengemis, kita tidak akan meminta-minta, apalagi jika bantuan-bantuan itu diembel-embeli dengan syarat ini syarat itu. Lebih baik makan gaplek tapi merdeka, daripada makan bistik tapi menjadi budak” – Soekarno

#PertanianTakBerdaulat
#RiauMelarat

TTD,
BEM UNIVERSITAS RIAU

Narahubung :
Menteri Sosial dan Politik
M.Hafiz Ona Hadi Putra
(0852-7198-5859)

#KEMENSOSPOL2018_2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *