Hang Tuah, Laksamana Legendaris Melayu

[BEM UNRI | TUAH]

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Salam Perjuangan.
Hidup Mahasiswa!

[Hang Tuah, Laksamana Legendaris Melayu]

Hang Tuah merupakan seseorang pahlawan dan tokoh legendaris Melayu pada masa pemerintahan Kesultanan Malaka. Ia adalah seorang pelaut dengan pangkat laksamana dan juga petarung yang hebat di laut maupun di daratan.

Hang Tuah, merupakan nama yang cukup populer di dua negara serumpun, Indonesia dan Malaysia. Ia seorang laksamana legendaris Melayu yang namanya diabadikan untuk nama-nama jalan di Indonesia dan Malaysia, nama sebuah kapal perang kedua negara, nama sebuah perguruan tinggi di Surabaya, dan nama sebuah stasiun kereta api di Kuala Lumpur. Pengabadian nama Hang Tuah tentu saja tidaklah sembarangan karena merujuk kepada tingkah-lakunya sebagai seorang pahlawan Melayu yang dianggap mencitrakan adat-istiadat orang Melayu di manapun, baik di Indonesia dan Malaysia.

Hang Tuah adalah anak seorang nelayan kecil di sebuah negeri bernama Bintan bernama Hang Mahmud. Ibunya bernama Dang Merdu Wati. Sejak kecil ia dikenal sebagai pemberani. Hang Tuah mempunyai 4 sahabat yang selalu menyertainya kemanapun ia pergi. Mereka adalah Hang Jebat, Hang Kesturi, Hang Lekir, dan Hang Lekiu. Mereka berlima selalu bahu-membahu melawan kejahatan sehingga menjadi lima sahabat yang solid. Mereka berlima kemudian berguru kepada seorang guru bernama Adi Putera di sebuah gunung untuk meningkatkan ilmu bela dirinya yang diutamakan untuk menolong orang lain. Kisah kepahlawanan Hang Tuah mengalahkan seorang penjahat merupakan rangkaian kisah kepahlawanannya yang tentu saja bersama teman-temannya melawan bajak laut dan menyelamatkan seorang Bendahara Bintan dari penjahat. Dari Bendahara inilah Hang Tuah dan keempat sahabatnya diangkat sebagai punggawa Kesultanan Bintan.

Kesultanan Bintan kemudian memindahkan pusat pemerintahan di Malaka. Dan di sinilah nama Hang Tuah termahsyur. Setermahsyur Malaka sebagai sebuah kekuatan maritim di Selat Malaka dan mempunyai kekuasaan di Semenanjung Melayu dan Sumatera. Buku Sejarah Melayu dan Hikajat Hang Toeah menjadi bukti keberadaan Hang Tuah sebagai seorang laksamana kepercayaan Sultan Malaka, Mansur Syah, yang terkenal sebagai sultan yang mampu membesarkan Malaka dengan ekspansi-ekspansinya.

Kabinet Harmoni Perubahan
BEM UNRI 2018_2019

#KEMENKOMINFO2018_2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *