Hai, Kolaborator Perjuangan!
.
Pada tahun 2010, WWF-Afrika Selatan pun mencetuskan perayaan Hari Badak Internasional untuk pertama kalinya setiap tanggal 22 September.

Saat ini, hanya beberapa spesies badak yang masih tersisa di dunia, dua diantaranya terdapat di Indonesia, yaitu Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) dan Badak Sumatra (Dicerorhinus sumatrensis). Kedua jenis satwa langka dan dilindungi ini dikategorikan dalam status kritis (critically endangered) oleh Lembaga Konservasi Dunia IUCN. Sebanyak sekitar 45 ekor populasi badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon, sedangkan badak Sumatera yang tersebar di Sumatera bagian utara dan selatan diperkirakan hanya sekitar 100 individu.

Selain perburuan liar, badak menghadapi ancaman dari penurunan kualitas maupun kuantitas habitat yang ideal akibat berbagai aktivitas manusia seperti perambahan dan konversi hutan.

Penyelamatan kedua jenis badak di Indonesia sangat bergantung kepada komitmen pemerintah dan masyarakat dalam menjaga hutan dan menjamin perlindungan penuh populasi badak dan habitatnya. Sedikit menyadarkan, bahwa kepunahan habitat-habitat langka disebabkan oleh ulah tangan manusia yang tak mau bertanggung jawab.

Segenap pengurus BEM Universitas Riau Kabinet Sri Indrapura mengucapkan selamat Hari Badak Sedunia. Adanya peringatan ini bisa menyadarkan kita akan akibat dari kebiasaan yang secara tidak sadar meniadakan habitatnya. Sudah sepantasnya kita memperhatikan keberadaan badak‐badak tersebut, karena memilikinya adalah suatu kebanggaan sekaligus tantangan.

Hidup Mahasiswa ! Hidup Rakyat Indonesia !

.
____________________________________
Presiden Mahasiswa : Syafrul Ardi
Wakil Presiden Mahasiswa : Abdul Hamid
———————————————————
KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMASI
.
KABINET SRI INDRAPURA
BEM UNIVERSITAS RIAU 2019