Assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh
.
KOMNAS Perempuan mencatat bahwa kekerasan seksual terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Berdasarkan CATAHU (Catatan Tahunan) KOMNAS Perempuan, jumlah kasus kekerasan yang dilaporkan pada tahun 2016 sebanyak 259.150
Pada tahun 2017 sebanyak 348.446 (meningkat sebanyak 74%), dan pada tahun 2018 kembali mengalami peningkatan sebanyak 11%. Berangkat dari hal tersebut, RUU P-KS kemudian lahir sebagai bentuk ekspresi keresahan terhadap banyaknya kasus kekerasan seksual yang terjadi pada perempuan dan anak.
.
Perempuan dan anak merupakan kelompok paling rentan menjadi korban, akan tetapi kurang mendapatkan perlindungan hukum dalam masyarakat. Inisiasi atas RUU P-KS dimulai pada tahun 2016 setelah diterbitkannya Perpu nomor 1 tahun 2016. Munculnya RUU P-KS kemudian menjadi polemik dalam tatanan masyarakat Indonesia. Pro dan kontra dalam menanggapi RUU ini masih terasa jelas hingga hari ini. Tidak hanya itu, bahkan masih banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang RUU ini secara jelas, baik konsep dasar hingga muatannya.
.
Oleh karena itu, kami mengundang seluruh mahasiswa Universitas Riau untuk hadir dalam kegiatan Majelis Reboan dengan tema “Menguak Landasan Filosofi RUU P-KS” pada :

📆 Hari, tanggal : Rabu, 09 Oktober 2019
🕐 Pukul : 13.00 WIB s.d selesai
🏠 Lokasi : Sekretariat BEM UNRI
👤 Pemateri : Dr. M. Saeri, M. Hum
.
“Wanita bukanlah pakaian yang bisa kamu pakai dan kamu lepas semaumu. Mereka terhormat dan memiliki haknya.”—Umar Bin Khattab.
.
📌 Narahubung :
>> Risa Maryu Agusta (Menteri Pemberdayaan Perempuan)
📞 0823 3595 2884
.
Hidup Mahasiswa ! Hidup Rakyat Indonesia !

.
____________________________________
Presiden Mahasiswa : Syafrul Ardi
Wakil Presiden Mahasiswa : Abdul Hamid
———————————————————
KEMENTERIAN SOSIAL POLITIK

KABINET SRI INDRAPURA
BEM UNIVERSITAS RIAU 2019