“Kemenhadkesma BEM UNRI Follow Up Proses Refund UKT Mahasiswa”
.
Pekanbaru (11/10/2019)–Sejak Kemenhadkesma BEM UNRI mengajukan pelayanan refund UKT mahasiswa ke pihak Bagian Dana Masyarakat UNRI pada awal Agustus lalu, hingga saat ini proses tersebut sudah berjalan lebih kurang 2 bulan. Oleh karena itu, Ramadhana Ari selaku Menteri Hadkesma kembali lakukan follow up kepada pihak universitas pada Senin (07/10/2019).

Adapun refund (pengembalian) UKT mahasiswa ini berlaku bagi :
1. Mahasiswa yang ujian atau yudisium per 31 Juli 2019 lalu, namun terlanjur bayar UKT.
2. Mahasiswa baru angkatan 2019 yang golongan UKT-nya tidak sesuai dengan nominal yang dibayarkan. (Misal: Golongan UKT 5 nominalnya Rp. 4.550.000, tapi yang dibayarkan Rp 5.000.000). Sebab, kala itu ada kesalahan teknis dari sistem input yang dilakukan Puskom UNRI terhadap beberapa mahasiswa.
3. Mahasiswa Tugas Akhir yang hasil Revisi UKT Tugas Akhirnya turun pada bulan Juli 2019 lalu, namun sudah terlanjur bayar UKT sebelumnya.
4. Mahasiswa yang melakukan cuti, namun terlanjur bayar UKT.
5. Mahasiswa baru yang lolos Bidikmisi 2019.

Kemenhadkesma BEM UNRI mendatangi Pak Boy selaku Bendahara Penerimaan di ruang Bagian Dana Masyarakat lantai 3 Rektorat UNRI. Ari menanyakan terkait kejelasan refund sisa UKT mahasiswa selama ini, dan kejelasan terkait jumlah mahasiswa yang sisa UKT-nya dikembalikan. Ari juga meminta bukti jumlah mahasiswa yang sudah dikembalikan sisa UKT-nya.

Pak Boy selaku Bendahara Penerimaan mengatakan, “Proses refund UKT masih terus berlangsung, dan sudah banyak mahasiswa yang dikembalikan sisa UKT-nya. Kami belum bisa memberikan berapa total mahasiswa yang sudah dikembalikan sisa UKT-nya. Sebab, kita masih terus menerima permohonan pengembalian sisa UKT. Jumlahnya terus bertambah, dan kita tidak akan membatasi waktunya. Kapan pun, mahasiswa silahkan untuk mengajukan permohonan pengembalian sisa UKT. Kita juga akan layani sampai selesai.” jelas Pak Boy.

Ari menyampaikan, “Bahwa proses refund ini akan tetap kami kawal sampai tuntas. Harapannya, pihak dana masyarakat UNRI juga komitmen terus untuk mengembalikan sisa UKT mahasiswa, karena itu hak mahasiswa. Untuk semua permohonan pengembalian sisa UKT yang masuk, agar diproses dengan cepat, dan menghubungi mahasiswa bersangkutan apabila uang sisa UKT sudah bisa diambil.”

Ari juga memberikan solusi untuk ke depannya alangkah lebih baik refund UKT mahasiswa ini melalui via transfer ke rekening mahasiswa bersangkutan, sehingga lebih efektif dan efisien, daripada melalui cara tunai yang harus didahului dengan mengajukan permohonan dari mahasiswa. Lalu, mahasiswa menunggu beberapa waktu, dan mengambil secara tunai dengan datang langsung ke Bagian Dana Masyarakat UNRI.

Ari juga menginfokan, bagi mahasiswa UNRI yang telah mengajukan permohonan pengembalian sisa UKT dapat melakukan follow up langsung ke Pak Boy selaku Bendahara Penerimaan, yakni dengan datang langsung ke Bagian Dana Masyarakat di Lantai 3 atau menghubungi Via Telepon/WhatsApp
Pak Boy (081371116971). Sebab, uang sisa UKT diambil secara tunai oleh mahasiswa bersangkutan, kemudian menandatangani amprah pengembalian sisa UKT.

Bagi mahasiswa UNRI yang belum mengajukan permohonan refund (pengembalian) sisa UKT, sebagaimana tertera pada 5 (lima) poin di atas. Untuk segera mengajukan permohonan pengembalian sisa UKT dengan syarat:
1. Membuat permohonan pengembalian sisa UKT tertuju kepada Wakil Rektor 2 UNRI (diketik/dibuat sendiri, mencantumkan identitas mahasiswa, maksud dan tujuan permohonan).
2. Fotokopi bukti pembayaran UKT/SPP terakhir sebanyak 1 lembar.
3. Fotokopi KTM sebanyak 1 lembar.

Semua persyaratan dimasukkan ke dalam map berwarna merah. Lalu, dapat dikumpulkan ke Sekretariat BEM UNRI atau langsung melalui Tata Usaha Rektorat UNRI, di lantai 1. Dimulai dari tanggal 11 Oktober 2019 sampai tanggal 18 Oktober 2019. (RA)
.
📌 Narahubung :
>> Ramadhana Ari. P. B (Menteri Hukum dan Advokasi Kesejahteraan Mahasiswa)
📞 0852 6321 8290 (Telpon/SMS/WA)
.
____________________________________
Presiden Mahasiswa : Syafrul Ardi
Wakil Presiden Mahasiswa : Abdul Hamid
———————————————————
KEMENTERIAN HUKUM DAN ADVOKASI KESEJAHTERAAN MAHASISWA

KABINET SRI INDRAPURA
BEM UNIVERSITAS RIAU 2019