“Terhadap Terkekangnya Demokrasi Oleh Oligarki Politik”
.
Gerakan besar mahasiswa yang terjadi beberapa hari ini, rupanya belum cukup untuk membuat para elit politik, utamanya Presiden Jokowi, memenuhi berbagai tuntutan. Betapa mahasiswa dan segenap elemen masyarakat sipil sangat mengharapkan kebijakan pro-rakyat, malah disikapi dengan hingar bingar perayaan politik di parlemen baru. Kekecewaan ini memuncak, ditambah dengan minimnya respon Presiden Jokowi dalam menyikapi permasalahan yang ada.
.
Selama eskalasi gerakan “Maklumat Tuntaskan Reformasi”, utamanya pada 26 September kemarin, melalui media sosial resmi dan berbagai media massa, Presiden Jokowi menyampaikan akan bertemu dengan mahasiswa. Merespon hal tersebut, kami sepakat, bahwa tujuan dari gerakan ini bukanlah supaya diadakan pertemuan. Melainkan, semua tuntutan yang disampaikan, dapat secara tuntas dan tegas dipenuhi oleh Presiden Jokowi. Kami tidak ingin, darah dan korban yang telah jatuh, hanya dibayar dengan sebuah pertemuan yang tidak bisa menjamin adanya hasil yang nyata.
.
Maka, menanggapi respon mengecewakan dari Presiden Jokowi terhadap berbagai situasi yang ada, Aliansi BEM Seluruh Indonesia menyatakan :
1. Presiden Jokowi harus memberikan jawaban terhadap prasyarat pertemuan bersama dengan mahasiswa yang bersifat terbuka, langsung dan disiarkan televisi nasional.
2. Meminta Presiden Jokowi, untuk melepaskan diri dari kepentingan segelintir elit politik yang tidak pro-rakyat dan pro-demokrasi.
3. Meminta Presiden Jokowi, untuk bersama dengan masyarakat menuntaskan agenda reformasi dengan memenuhi tuntutan Maklumat Tuntaskan Reformasi sesegera mungkin.
.
>>Tertanda,
Koordinator Pusat
Aliansi BEM SI
Muhammad Nurdiya
.
Cc: @bem_si
.
Hidup Mahasiswa ! Hidup Rakyat Indonesia !
.
____________________________________
Presiden Mahasiswa : Syafrul Ardi
Wakil Presiden Mahasiswa : Abdul Hamid
———————————————————
KEMENTERIAN SOSIAL POLITIK

KABINET SRI INDRAPURA
BEM UNIVERSITAS RIAU 2019