“Tentang perlindungan dan rasa aman dari negara untuk rakyat”
.
Salah satu bentuk perlindungan terhadap setiap individu adalah perlindungan untuk merasa aman dari kekerasan dan/atau kejahatan seksual. Komnas perempuan mencatat bahwa kekerasan seksual terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Berdasarkan Catatan Tahunan (CATAHU) Komnas Perempuan, jumlah kasus kekerasan seksual yang dilaporkan pada tahun 2016 sebanyak 259.150. Diantara kasus-kasus yang paling memprihatinkan adalah terjadinya perkosaan dan pembunuhan sadis yang dialami siswi 13 tahun bernama Yuyun dan Enno Farinah.
.
Berdasarkan hal itu, Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual atau yang disingkat dengan RUU P-KS kemudian lahir sebagai bentuk/ekspresi keresahan terhadap maraknya kekerasan seksual yang terjadi pada perempuan dan anak. Setelah dilakukan beberapa kajian dan diskusi ditemukan adanya kejanggalan, penggunaan istilah / terminologi yang kurang jelas, bias nilai serta adanya pasal-pasal yang bermasalah (multitafsir) pada pasal 11-20.
.
Menolak pengesahan RUU P-KS sebelum adanya revisi. Maka dengan ini kami secara tegas menyatakan sikap:
1. Meminta kepada DPR RI untuk melakukan tinjau ulang kembali/kaji ulang RUU P-KS dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat yang dikaji secara komprehensif dari berbagai sudut pandang.
2. Menuntut kepada pembuat kebijakan untuk mengubah pasal-pasal karet yang menyebabkan multitafsir, karena hal ini tidak sesuai dengan asas kejelasan rumusan dalam pembuatan peraturan perundang-undangan.
3. Meminta DPR dan pemerintah untuk serius membahas permasalahan kekerasan dan/atau kejahatan seksual.
4. Mengembalikan peran dan fungsi keluarga dalam penyelesaian tingkat awal kejahatan seksual.
5. Menggalakkan kembali pelajaran agama di lembaga pendidikan sebagai pilar penjagaan dan pertahanan.
6. Menyeru kepada seluruh mahasiswa Indonesia untuk siap terjun aksi ke DPRD atau DPR RI ketika ternyata RUU P-KS disahkan dan masih terdapat kata-kata yang multitafsir.
.
Hidup Mahasiswa ! Hidup Rakyat Indonesia !
.
____________________________________
Presiden Mahasiswa : Syafrul Ardi
Wakil Presiden Mahasiswa : Abdul Hamid
———————————————————
KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
.
KABINET SRI INDRAPURA
BEM UNIVERSITAS RIAU 2019