“Menumbuhkan Kesukarelawanan dalam Pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Riau.”
.
Pekanbaru, (10/02/20)- Talkshow Suara Mahasiswa BEM UNRI yang bekerja sama dengan radio Bharabas 97.5 FM dan Riau Online mengangkat tema, “Menumbuhkan Kesukarelawanan dalam Pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Riau”. Pada (08/02/20) lalu. Acara ini diadakan di Posko Relawan Pemadaman Karhutla, Komplek Purna MTQ Pekanbaru . Dengan menghadirkan narasumber yang luar biasa yaitu AKBP Destika P Nainggolan (Manager Posko Relawan Karhutla), Dr. Junaidi, SS, M.Hum (Rektor Unilak) dan Bapak Edwar Sanger (Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah) serta Ahlul Fadli dari Walhi selaku penanggap.
.
Posko Relawan dibentuk oleh Kapolda Riau untuk menjadi wadah bagi para relawan dalam mengatasi Karhutla di Riau. Posko relawan di Launching Bapak Kapolda Riau, rektor-rektor dari beberapa Universitas yang ada di Riau dan BPBD pada (30/01/20). Untuk menjadi relawan, mahasiswa dapat datang langsung ke posko relawan atau mendaftar di playstore melalui aplikasi lancang kuning. Dengan adanya aplikasi lancang kuning kita dapat memonitor hotspot bencana. Untuk angkatan pertama relawan terdiri dari 55 orang dan 80% nya adalah dari mahasiswa, ujar bapak restika. Bapak Junaidi sepakat melakukan pencegahan karhutla sebagai bentuk kepedulian kita dari pihak Akademisi, mahasiswa tidak hanya sekedar mengkritisi saja, selain kritis mahasiswa juga langsung turun kelapangan dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Pemerintah sudah melakukan rapat koordinasi antara pemerintahan, TNI, Polri, Dunia Usaha dan Dunia Pendidikan. Setiap bencana yang terjadi adalah permasalahan kita bersama, jadi dalam hal menyadarkan masyarakat agar peduli terhadap lingkungan adalah tugas kita bersama. Setelah dilakukan penetapan status, kita akan bergerak secara bersama. Jelas Bapak Edwar.

Menanggapi adanya posko relawan Ahlul Fadli (Walhi) mengatakan, “Kita harus tau berapa lokasi kebakaran yang ada pada tahun 2019 lalu,selain itu kita juga harus memahami bagaimana cara mereka membakarnya. Terjadinya karhutla tidak sepenuhnya kesalahan pribadi masyarakat namun sebagian besar disebabkan oleh perusahaan. Semua hal itu dapat kita lihat dari interaksi masyarakat terhadap karhutla, hukum sosial yang juga harus ditegakkan. Motifnya kita semua tau bahwa mereka ingin mengurangi biaya dalam membuka lahan, itu juga harus kita pertimbangkan”.

Febriansyah dari BEM Unri juga menambahkan, “Memang mahasiswa diminta untuk mencegah Karhutla. Tanggap pikir kami harusnya Polda melakukan penegakan hukum kepada korporasi pembakar lahan dan hutan yang sudah terbukti. Sebaiknya posko relawan tidak hanya melatih relawan tapi juga harus ada tindak lebih lanjutnya”. Rios dari BEM Unri juga mengatakan “Hukum terhadap korporasi sampai sekarang saja belum ditindak lanjuti, adanya posko ini seakan-akan rakyat kecil adalah penyebab terbesar terjadinya Karhutla. Tanggapan juga diberikan oleh Abdul Hamid selaku Wakil Presiden Mahasiswa, “Adanya posko relawan, seakan-akan pemerintah sudah gagal dalam mengatasi karhutla. Mahasiswa yang melakukan sosialisasi kepada masyarakat, memperlihatkan bahwa selama ini masyarakat kecil saja yang menyebabkan adanya karhutla. Harusnya pemerintah dan jajaran penegak hukum fokus pada penegakan hukum yang adil kepada pihak yanh melakukan pembakaran lahan dan hutan. Dari 13 strategi kebijakan, penetapan penegakan hukum yang harusnya menjadi hal utama diletakkan di posisi nomor 12. Ini pertanda bahwa pemerintah belum serius menuntaskan KARLAHUT di Riau. Kami rasa dengan kita memberi hukum kepada korporasi-korporasi yang sudah jadi tersangka maka perusahaan lain akan menciut. Yang tersebar dimedia-media saat ini adalah foto rakyat kecil, seakan-akan yang membakar lahan selama ini hanya rakyat kecil saja. Namun kenapa perusahaan-perusahaan sebagai korporasi tidak ditampilkan?”.

Bapak Junaidi sepakat dengan walhi, kita memang harus melihat dan mensurvei terlebih dahulu. Ada pola sosialisasi standar kepada masyarakat kecil yaitu tidak menggunakan bahasa ilmiah. Di masyarakat pasti menanyakan penegakan hukumnya bagaimana? Akan tampak seberapa besar keseriusan kita dalam menangani hal ini. Harapannya, posko ini bisa menjadi tempat kita belajar untuk melakukan pencegahan. Bapak Edwar juga menanggapi, “Pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat dan media turut ikut andil dalam mengatasi karhutla. Adanya keterlibatan dunia usaha artinya ada sanksi dan reward apabila tidak ada karhutla diwilayah tersebut.(AZ)
.
____________________________________
Presiden Mahasiswa : Syafrul Ardi
Wakil Presiden Mahasiswa : Abdul Hamid
———————————————————
KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMASI
.
KABINET SRI INDRAPURA
BEM UNIVERSITAS RIAU 2020