“Mendadak Tunda Wisuda Demi Pencegahan Covid-19, BEM UNRI Jadi Jembatan Bagi Mahasiswa yang Meminta Klarifikasi”

Pekanbaru, (16/03/20) – BEM Universitas Riau melakukan audiensi ke Wakil Rektor III Universitas Riau sehubungan dengan keluarnya surat edaran pencegahan Covid-19. Dengan adanya surat edaran ini menyebabkan tertundanya wisuda mahasiswa Unri yang sudah dijadwalkan pada minggu ini tepatnya pada tanggal (18-19/03/20). Audiensi dilaksanakan di ruang Rokan Gedung Rektorat Universitas Riau Lantai 4 pada (16/03/20).

Turut hadir bapak Wakil Rektor III bagian Kemahasiswaan dan Alumni, bapak Dr. Iwantono, M.Phil, Presiden Mahasiswa, Wakil Presiden Mahasiswa, beberapa Ketua Kelembagaan Se-Universitas Riau, serta mahasiswa/mahasiswi yang akan melaksanakan wisuda dan meminta klarifikasi terkait surat edaran penundaan wisuda.

Demi mencegah dan menjaga keselamatan mahasiswa Universitas Riau dari penularan maraknya virus Covid-19 ini membuat pimpinan Universitas Riau mengambil kebijakan untuk menunda kegiatan yang membuat keramaian salah satunya adalah wisuda. Ini merupakan langkah yang baik dari pimpinan Universitas Riau, namun keluarnya surat secara mendadak ditengah persiapan yang sudah matang disiapkan oleh para calon wisudawan/wisudawati baik dari segi akomodasi dan lain-lain membuat mahasiswa meminta diadakannya audiensi oleh BEM Universitas Riau kepada Pimpinan Universitas Riau.

Beberapa mahasiswa memberi pendapat bahwa, jika kendala ditundanya wisuda adalah karna wabah penyakit Covid-19 yang belum ditemukan kasus positif Corona di Pekanbaru Riau maka apakah penundaan adalah satu-satunya solusi? Kami menawarkan solusi seperti diwajibkannya steril saat memasuki ruang wisuda, wisudawan/wati wajib menggunakan sarung tangan saat bersalaman, dan lain sebagainya.

Menanggapi hal tersebut Bapak Iwantono mengatakan, “Pimpinan masih ingin melaksanakan wisuda, namun perkembangan yang sangat cepat hingga pihak rektorat berkonsultasi dengan kementerian dan melihat kebijakan yang dilakukan univ lain seperti ITS hari pertama wisuda berlangsung kemudian hari kedua dibatalkan dan masih banyak lagi alasan lainnya”, jelasnya.

Selain itu Bapak Iwantono menambahkan, “Setelah berkonsultasi dengan pihak medis akan banyak orang selama wisuda. Hal ini dapat menimbulkan banyak kemungkinan negatif yang akan terjadi. Mengenai orang tua yang sudah mengeluarkan banyak biaya, itu juga sudah dipertimbangkan namun masih belum cukup alasan untuk tetap melaksanakan wisuda karena bertentangan dengan keputusan Presiden dan Mendikbud”, ujarnya.

Beberapa mahasiswa menawarkan opsi lainnya untuk dapat melaksanakan wisuda, antara lain :
1. Di lokasi wisuda hanya mahasiswa, sedangkan orang tua tetap di penginapan atau diruang lainnya.
2. Wisuda dilakukan per fakultas untuk meminimalisir jumlah mahasiswa yang hadir dan memperkecil kemungkinan terjangkit.

Adanya opsi yang disampaikan oleh mahasiswa/i, Bapak Iwantono kembali menanggapi, “Hal itu juga sudah kami pertimbangkan namun, tetap tidak bisa dilaksanakan karena pertimbangan-pertimbangan yang sangat panjang diatas”.

Presiden Mahasiswa Syafrul Ardi menyampaikan pendapatnya, “Bukan hanya kali ini saja, namun sebelum-sebelumnya mengenai wisuda ini sering kali tidak jelas. Diundur terus sehingga membuat mahasiswa kebingungan. Untuk kedepannya sebaiknya, pengumuman dapat disampaikan minimal 2 Minggu sebelum wisuda”, jelas syafrul.

Bapak Iwantono mengiyakan dan akan ada pemantauan selama dua minggu kedepan melihat perkembangan situasi, kemudian akan dilakukan rapat pimpinan untuk menginformasikan lebih lanjut tergantung kondisi saat itu.

“Pihak rektorat tidak bisa memastikan kapan akan dilaksanakan wisuda, melihat situasi saat ini, apalagi sudah ada diduga suspect yang datang ke RS UNRI, kita tidak tau apakah setelah ke RS UNRI dia langsung ke RSUD atau bertemu siapa dia setelahnya” jelas Bapak Iwantono.

Kembali seorang Mahasiswa bertanya
“Lalu bagaimana kalau sampai bulan Juni tidak ada kepastian juga terkait jadwal wisuda pak? sedang waktu itu juga mestinya ada jadwal wisuda periode ke 2. Kami tidak bisa memastikan, karena kita bukan Tuhan yang tau kapan virus ini akan berakhir, intinya kita tunggu saja keberlanjutannya, dua minggu sebelum wisuda akan kami kabarkan” jawab Bapak Iwantono. (AZ/ST)
.
.
____________
Presiden Mahasiswa : Syafrul Ardi
Wakil Presiden Mahasiswa : Abdul Hamid
———————————————————-
KEMENTERIAN HUKUM DAN ADVOKASI KESEJAHTERAAN MAHASISWA
.
KABINET SRI INDRAPURA
BEM UNIVERSITAS RIAU 2020