“Datangi Rektorat ditengah Pandemi Covid 19, BEM UNRI Desak Realisasi Bantuan Kuota Internet dan UKT, hingga Persoalan Wisuda dan Penerimaan Mahasiswa Baru”
. ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Pekanbaru (19/05/2020) – BEM UNRI yang diwakili oleh Ramadhana Ari Pratamas Bangun selaku Menteri Hukum dan Advokasi Kesejahteraan Mahasiswa, bersama Sandi Purwanto selaku Kapala Dinas Advokasi Kesejahteraan Mahasiswa dan Sosial Politik BEM FMIPA UNRI, menyambangi Rektorat UNRI untuk melakukan follow up terkait bantuan kuota internet, keringanan UKT, dan berbagai persoalan lainnya pada Senin (18/05/2020) lalu.
.
Diawal, keduanya menjumpai bapak Azhar Kasymi, SH selaku Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan UNRI, guna menanyakan perihal bantuan kuota internet yang sampai sekarang belum terealisasi. Mengingat perkuliahan akan segera berakhir, bantuan kuota internet tetap harus diberikan selama 2 bulan (Mei – Juni) sesuai dengan kesepakatan. Padahal, sudah hampir satu bulan prosesnya dilakukan, dan hasil verifikasi fakultas telah diserahkan kepada pihak Universitas. Sebelumnya, Kemenhadkesma BEM UNRI telah menghubungi Wakil Rektor 1, Wakil Rektor 2, dan Wakil Rektor 3 UNRI pada pada Kamis (14/05/2020) lalu, tetapi tidak ada respon yang didapat.
.
Ketika dijumpai, Azhar Kasymi menjelaskan bahwa bantuan kota internet masih dalam proses. “Bantuan kuota internet sedang di proses oleh pihak provider. Sebelumnya terdapat kendala, karena banyak nomor mahasiswa yang di masukan itu tidak aktif. Saat ini, pihak provider sedang melakukan pemeriksaan ulang. Kemudian, data tersebut akan diserahkan kepada masing-masing provider seperti Telkomsel, Tri, Axis, dan lainnya. InsyaaAllah akan diterima sebelum lebaran, ” jelasnya.
.
Selanjutnya, Ari kembali menanyakan soal penambahan satu semester bagi mahasiswa angkatan 2013, yang harusnya berakhir di semester genap 2019/2020. Sebelumnya pada Senin (13/04/2020) lalu, BEM UNRI telah menegaskan agar edaran dirjen dikti mengenai hal tersebut dilaksanakan di UNRI.
“Untuk penambahan satu semester bagi mahasiswa 2013 sudah di proses, tiap fakultas telah menyerahkan nama-namanya ke Akademik Universitas, ” jawab Azhar Kasymi.
.
Bekerjasama dengan seluruh BEM Fakultas, BEM UNRI mengingatkan untuk mengawal kebijakan tersebut pada masing-masing fakultas, dan memastikan mahasiswa angkatan 2013 mendapatkan penambahan satu semester lagi.
.
Terkait permasalahan wisuda yang belum terlaksana, Azhar Kasymi mengatakan bahwa hal ini masih dalam tahap pembahasan.
“Untuk wisuda masih dalam pembahasan, apakah memungkinkan jika dilakukan secara online atau tidak. Mengenai wisuda yang tertunda, jika sampai bulan Juli pandemi Covid-19 belum juga berakhir, kemungkinan akan digabungkan pada bulan Oktober,” tuturnya.
.
Mengenai penerimaan mahasiswa baru tahun ajaran 2020, Ari menanyakan bagaimana mekanisme pendaftaran ulang peserta SNMPTN yang jadwalnya bulan Juni ini, mengingat saat-saat ini banyak daerah yang menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sehingga tidak memungkinkan para calon mahasiswa baru untuk datang langsung ke UNRI.
“Untuk proses daftar ulang SNMPTN segera dibahas, kemungkinan daftar ulang akan dilakukan secara online, namun akan dirapatkan terlebih dahulu, ” jawab Azhar Kasymi.
.
Mahasiswa berharap kebijakan kampus ke depannya harus cepat tanggap merespon keadaan yang tak memungkinkan. Dan kelembagaan mahasiswa akan mengawal terus setiap kebijakan kampus yang sedang diupayakan.
.
Setelah itu, Menhadkesma dan Kadis Adsospol BEM FMIPA lanjut menjumpai bapak Prof. Dr. Sujianto, M.Si selaku Wakil Rektor 2 UNRI di ruangannya. Mengenai proses penetapan UKT bagi mahasiswa bidikmisi yang telah dicabut karena melebihi 8 semester, Sujianto mengatakan akan ada proses pemeriksaan data dengan prosedur yang ditetapkan. BEM UNRI meminta agar semuanya ditetapkan ke golongan UKT 1 saja.
.
Ari juga menyinggung perihal permintaan keringanan UKT untuk semester selanjutnya. Sebab, pandemi Covid-19 membuat perekonomian menurun. Banyak orangtua dari mahasiswa yang terdampak pandemi Covid-19, seperti dirumahkan tanpa gaji, di PHK, dan berbagai kondisi yang tidak mengenakan lainnya. Harapannya, UNRI memberikan kemudahan bagi mahasiswa untuk tetap melanjutkan pendidikannya dengan memberikan keringanan UKT.
.
“Kalau hari ini pemerintah negara dan kebijakannya sedang carut marut, membuat rakyat semakin sulit seperti dana bansos yang tak jelas. Maka, kami berharap UNRI jangan menambah kesulitan itu. Unri harus mikirin kesejahteraan mahasiswanya.” Tegas Ari.

“Mengenai keringanan UKT, itu tidak bisa diberikan dengan mengurangi jumlah nominal UKT yang harus dibayarkan. Sebab, golongan UKT dan nominalnya sudah ditentukan demikian sesuai Peraturan Menteri,” kata Sujianto.
.
Ari selaku Menhadkesma mengatakan bahwa memberikan keringanan UKT bisa dilakukan pada situasi saat ini, yaitu dengan cara melampirkan surat keterangan.
“Bagaimana jika mekanismenya seperti Revisi UKT setiap tahunnya. Hal tersebut pasti bisa, sebab berlandaskan dasar hukum Permenristekdikti No. 39 Tahun 2017 tentang BKT dan UKT. Syarat Revisi UKT paling utama ialah orangtua di PHK, pensiun, cerai, wafat, dan sakit kronis. Saat ini, kondisi demikian banyak terjadi karena terdampak pandemi Covid-19. Nanti bisa dibuktikan dengan surat keterangan atau sejenisnya. Maka, kami minta agar segera dibuat pemberitahuannya, supaya proses pengajuan bisa segera dilakukan ” tutur Ari.
.
“InsyaaAllah, dirapatkan dahulu. Nanti akan dibahas. Keringanan itu juga nanti berupa perpanjangan masa pembayaran UKT. Biasanya pembayaran UKT mulai dari awal Juli sampai awal Agustus. Kita akan coba buat sampai Oktober, jadi bisa menolong mahasiswa TA juga. Jika biasanya mahasiswa yang ujian akhir sebelum masa pembayaran UKT berakhir di tanggal 31 Juli tidak bayar UKT, kali ini sampai Oktober.
Maka, harus segera ujian akhir sebelum Oktober. Lewat dari itu harus membayar UKT. Untuk semua yang telah disampaikan oleh BEM UNRI, nanti kami rapatkan dahulu semuanya, ” jelas Sujianto.
.
Kemudian, BEM UNRI mendatangi Bagian Dana Masyarakat. Tujuannya adalah untuk follow up UKT beberapa calon mahasiswa baru yang mengalami kelebihan dan kekurangan ketika membayar UKT. Bagi yang berlebih bayar UKT, maka sisanya akan di refund (dikembalikan). Proses refund dapat dilakukan nanti setelah kondisi normal. Untuk yang kurang ketika membayar UKT, pihak Dana Masyarakat sedang memeriksa kembali di sistem dan akan menghubungi langsung orang yang bersangkutan. Proses bayar kekurangannya harus konfirmasi terlebih dahulu ke bagian Dana Masyarakat di lantai 3, Gedung Rektorat UNRI. Lalu, sistem pembayaran UKT akan dibukakan kembali sehingga dapat melakukan pembayaran melalui bank.
.
BEM UNRI kembali meminta toleransi bapak Iwan Kurniawan selaku kasubag Dana Masyarakat, bagi calon mahasiswa baru yang sampai saat ini belum bisa membayar UKT meskipun waktunya sudah lewat jauh akibat terdampak pandemi Covid-19. BEM UNRI juga akan menginformasikan jika masih ada lagi calon mahasiswa baru yang belum melakukan pembayaran UKT, agar dapat dibantu. (RA/SZ)
. ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat Indonesia!
. ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
#BEMUNRI #SriIndrapura #JantungHatiMasyarakatRiau #Kemenhadkesma #RilisKSI #AdvokasiKesejahteraanMahasiswa
____________
Presiden Mahasiswa : Syafrul Ardi
Wakil Presiden Mahasiswa : Abdul Hamid
———————————————————
KEMENTERIAN HUKUM DAN ADVOKASI KESEJAHTERAAN MAHASISWA
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
KABINET SRI INDRAPURA
BEM UNIVERSITAS RIAU 2020